
- 0
- 278 words
Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Rest Area UMKM, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta, Senin (25/05/2026).
Kegiatan itu dihadiri Plt Bupati Koltim yang diwakili Asisten II Setda Koltim, La Fala, SE., Kepala Dinas Ketapang Koltim Dr. Ir. Idarwaty, M.M, Camat Rate-rate, Nining Asni, S. Pd., M Pd., beserta jajarannya, Lurah, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Asisten II Setda Koltim La Fala menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga bahan pokok akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul adha 2026.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat melalui berbagai program ketahanan pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga kestabilan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketapang Koltim, Dr. Ir. Idarwaty, M.M menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah menyediakan sejumlah bahan pangan pokok seperti beras dan minyak goreng dengan harga subsidi atau lebih terjangkau sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara lebih ringan,” Ujar Idarwarty
Kadis Ketapang berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat menjaga kelancaran distribusi pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat koltim.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung ketahanan pangan daerah, terutama dalam menghadapi momen hari besar keagamaan demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Laporan : Asrianto Daranga.