
- 0
- 321 words
Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengungkapkan penyebab belum terisinya dokter definitif di Puskesmas Sanggona dan Puskesmas Aere. Kekosongan tersebut terjadi akibat terbatasnya jumlah dokter aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, sehingga dua dari 13 puskesmas di Koltim belum memiliki dokter tetap sejak Januari tahun 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Koltim, Sukono Ilham, SKM., M.Kes, saat ditemui Media Nuansa Sultra di ruang kerjanya, Kamis (17/7/2026).
Sukono menjelaskan, saat ini Kab. Kolaka Timur memiliki 13 puskesmas, namun hanya didukung oleh 11 dokter berstatus PNS maupun PPPK.
“Dari total 13 puskesmas di Kolaka Timur, jumlah dokter yang tersedia hanya 11 orang. Kondisi itu menyebabkan Puskesmas Sanggona dan Puskesmas Aere belum memiliki dokter yang ditempatkan secara definitif,” ujarnya.
Selain keterbatasan jumlah dokter, Sukono mengatakan regulasi yang berlaku juga tidak lagi memperbolehkan tenaga dokter berstatus honorer ditempatkan untuk mengisi kekosongan di puskesmas.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, Dinkes Koltim menerapkan sistem penugasan dokter lintas puskesmas. Saat ini, pelayanan di Puskesmas Sanggona diperkuat oleh dokter dari Puskesmas Ueesi, sedangkan Puskesmas Aere dibantu dokter dari Puskesmas Poli-Polia dengan pola pembagian hari kerja. Konsultasi medis juga dilakukan melalui sambungan telepon maupun aplikasi WhatsApp apabila diperlukan.
Di sisi lain, Pemda Kolaka Timur terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter. Upaya tersebut dilakukan melalui pengangkatan dokter berstatus PNS dan PPPK serta mengusulkan penempatan dokter kepada Kementerian Kesehatan melalui Program Penugasan Khusus (TUGSUS) dan Program Afirmasi.
Sukono mengungkapkan, usulan tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, pengusulan Program TUGSUS dari Kementerian Kesehatan sudah ada titik terang. Insya Allah, dalam tahun ini kekosongan dokter di Puskesmas Aere dan Puskesmas Sanggona akan diisi oleh dokter Program TUGSUS, sehingga ke depan tidak ada lagi puskesmas di Kabupaten Kolaka Timur yang tanpa dokter,” katanya.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah daerah Kab. Kolaka Timur berharap pelayanan kesehatan dasar di seluruh wilayah dapat berjalan optimal dan masyarakat memperoleh akses layanan medis yang lebih merata.
Penulis : Asrianto Daranga