Jakarta, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, mengecam keras pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi jurnalis saat berlangsungnya konferensi pers di lingkungan Kejaksaan Agung RI pada 17 Juli 2026. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar etika komunikasi, tetapi juga mencederai kehormatan profesi pers yang menjalankan fungsi jurnalistik untuk kepentingan publik.

Hartanto menilai ucapan Hotman Paris kepada seorang jurnalis, yang berbunyi, “Lu punya otak nggak sih?”, merupakan bentuk penghinaan verbal terhadap insan pers yang sedang menjalankan tugas konfirmasi. Ia menegaskan bahwa proses tanya jawab antara jurnalis dan narasumber merupakan bagian dari mekanisme kerja jurnalistik yang dilindungi dalam rangka memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi.

“Setiap jurnalis berhak mengajukan pertanyaan sebagai bagian dari tugas profesinya. Tidak ada alasan untuk merespons tugas jurnalistik dengan bentakan atau penghinaan yang merendahkan martabat profesi pers,” ujar Hartanto dalam keterangan tertulisnya.

Selain menyoroti dugaan penghinaan terhadap jurnalis, Hartanto juga mengkritik pernyataan Hotman Paris yang dinilai mencatut nama Presiden Republik Indonesia, institusi Polri, Kapolri, serta sejumlah pejabat negara ketika memberikan keterangan sebagai kuasa hukum tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Menurutnya, penyebutan simbol-simbol negara dalam konteks pembelaan hukum pribadi berpotensi membentuk persepsi publik yang keliru serta dapat dipandang sebagai bentuk abuse of influence atau penyalahgunaan pengaruh.

“Presiden, Polri, dan Kapolri adalah institusi negara yang bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk dijadikan tameng kepentingan hukum pribadi maupun alat membangun opini yang dapat memengaruhi proses penegakan hukum,” tegasnya.

Hartanto mengakui bahwa Hotman Paris telah menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial kepada insan pers, Presiden RI, dan sejumlah pejabat negara. Namun, menurutnya, permintaan maaf tersebut tidak serta-merta menghapus konsekuensi hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran yang memenuhi unsur pidana maupun perbuatan melawan hukum.

PJI, lanjut Hartanto, menyatakan dukungan terhadap langkah organisasi-organisasi pers yang telah lebih dahulu melaporkan perkara tersebut sebagai bentuk pembelaan terhadap kemerdekaan pers dan kehormatan profesi jurnalis.

Sebagai tindak lanjut, Hartanto mengungkapkan bahwa dirinya telah menerbitkan surat penugasan kepada Departemen Hukum dan HAM PJI untuk mengkaji serta menempuh langkah hukum yang dianggap relevan, baik terkait dugaan penghinaan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas maupun dugaan penyalahgunaan pengaruh melalui pencatutan nama Presiden RI, Kapolri, dan pejabat negara lainnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh anggota PJI di berbagai daerah untuk menjaga soliditas bersama organisasi-organisasi pers lain serta mengawal proses penegakan hukum atas laporan yang telah maupun akan diajukan.

Hartanto menegaskan bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, penghinaan, maupun tindakan yang merendahkan martabat jurnalis, menurutnya, tidak boleh dibiarkan menjadi preseden dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

 

Laporan : Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Asrianto. Daranga. 

 

” Hingga berita ini diterbitkan, Hotman Paris telah menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers, Presiden RI, dan sejumlah pejabat negara melalui media sosial. Namun, belum ada tanggapan resmi dari pihaknya terkait pernyataan Ketua Umum PJI mengenai rencana pelaporan. Redaksi akan memperbarui berita ini apabila terdapat keterangan resmi dari pihak terkait “

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Tiba di Samarinda,Siap Kukuhkan DPD PJI Kaltim 2026-2030

Samarinda, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori bersama istrinya, Susy, tiba di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung...

Read out all

Polres Koltim Gelar Gerakan Pangan Murah, 2 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Simbalai dan Sekitarnya

Koltim, Nuansa Sultra – Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Timur (Koltim) melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyediakan...

Read out all

JPKP Sultra Pertanyakan Aktivitas Kapal Pelingkar di Waode Buri : Sesuai Aturan atau Tidak!

Butur, Nuansa Sultra – Aktivitas bongkar muat hasil tangkapan kapal pelingkar (purse seiner) asal luar daerah di Pelabuhan Waode Buri, Kecamatan Kulisusu Utara,...

Read out all

Ladongi Jaya Bergemuruh, Panjat Pinang hingga Malam Semarakkan HUT RI ke-81, Lurah Apresiasi Kolaborasi Warga dan Mahasiswa

Koltim, Nuansa Sultra – Semangat gotong royong dan kebersamaan warga mewarnai rangkaian perlombaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Read out all

Pimpin HUT RI ke-81, Gubernur Sultra Serahkan Bantuan untuk Disabilitas, Lansia hingga Mobil Jenazah RSUD Bahteramas

Kendari, Nuansa Sultra – Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung sukses di halaman Kantor...

Read out all

Gubernur Sultra Serahkan Remisi HUT RI ke-81, 1.943 Warga Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

Kendari, Nuansa Sultra – Sebanyak 1.943 narapidana dan Anak Binaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima remisi dan pengurangan masa pidana dalam rangka...

Read out all