Koltim, Nuansa Sultra – Beberapa bulan lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Andowengga menggelar musyawarah bersama pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat guna membahas dampak rehabilitasi jaringan irigasi yang mengakibatkan tertundanya musim tanam. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua BPD Andowengga, Nur Atika, S.Pd., M.Pd. Namun, hingga kini, sejumlah janji penyelesaian pekerjaan dinilai belum terealisasi.

Sekretaris BPD Andowengga, Abd. Halim, menyampaikan bahwa masyarakat meminta pihak perusahaan segera memperbaiki kembali saluran irigasi yang tertimbun material proyek. Ia menegaskan bahwa BPD mewakili aspirasi seluruh petani Desa Andowengga yang mengeluhkan lambannya penyelesaian pekerjaan.

Menurutnya, dalam rapat sebelumnya pihak pelaksana menyatakan pekerjaan akan rampung pada 19 Februari. Namun hingga 27 Februari, saluran tersebut belum juga berfungsi optimal. Akibatnya, petani tidak dapat mengolah sawah sesuai jadwal tanam yang telah ditetapkan.

“Kami meminta agar alat berat (ekskavator) segera didatangkan untuk menggali kembali saluran yang tertimbun. Jika belum memungkinkan, kami mengusulkan penggunaan pompa air guna menambah debit air ke lahan persawahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlambatan musim tanam berdampak langsung pada kondisi ekonomi warga. Banyak petani bergantung sepenuhnya pada hasil panen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membayar biaya kuliah anak, serta melunasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan. Tanpa panen, mereka terancam gagal memenuhi kewajiban tersebut.

Abd. Halim juga menilai bahwa proyek skala besar seharusnya dilengkapi saluran cadangan agar aktivitas pertanian tidak terganggu dan tidak menimbulkan konflik atau benturan antara dan pihak kontraktor, dalam hal ini PT Berantas. Ia berharap seluruh pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Dampak kekurangan air tidak hanya dirasakan oleh petani Desa Andowengga, tetapi juga meluas ke empat desa di Kecamatan Poli-Polia, yakni Desa Hakambololi, Desa Pundokulo, Desa Andowengga, dan Desa Taosu. Total areal persawahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Poli-Polia, Firdaus, menambahkan bahwa keterlambatan penyelesaian proyek menyebabkan petani kekurangan air sejak pertengahan Februari. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya pengolahan lahan serta terganggunya pembayaran upah tenaga kerja.

Ia menilai percepatan pencairan anggaran dan penyelesaian pekerjaan menjadi langkah mendesak agar jaringan irigasi segera berfungsi normal. Menurutnya, jika rehabilitasi terus tertunda, target swasembada pangan yang menjadi bagian dari program nasional dapat terhambat.

Selain faktor teknis, Firdaus menyebut sejumlah kendala lain, seperti keterlambatan pengiriman material, kondisi musim kemarau, serta akses lokasi proyek yang harus melewati area persawahan. Ia juga menyoroti minimnya informasi kepada masyarakat terkait detail anggaran dan jadwal pekerjaan.

“Seharusnya ada papan proyek sebagai bentuk transparansi, sehingga masyarakat mengetahui besaran anggaran dan target penyelesaian pekerjaan. Sosialisasi kepada aparat desa dan tokoh masyarakat juga perlu dilakukan sebelum pekerjaan dimulai,” ujarnya.

Masyarakat pada dasarnya mendukung pembangunan irigasi demi kepentingan bersama. Namun mereka berharap pelaksanaan proyek tidak merugikan petani yang lahannya terdampak timbunan material. 

Petani menginginkan percepatan normalisasi saluran melalui pengerahan alat berat serta dukungan pompa air sebagai solusi sementara, agar musim tanam dapat segera dimulai dan aktivitas pertanian kembali berjalan normal.

 

Penulis : Asrianto daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Kemensos RI Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng kepada 534 KPM di Kelurahan Ladongi Jaya

Koltim, Nuansa Sultra – Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat Kel. Ladongi Jaya, Kec.Ladongi, Kab....

Read out all

Pemerintah Kelurahan Raraa Salurkan Bantuan Pangan kepada 406 Keluarga Penerima Manfaat

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kelurahan Raraa, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari...

Read out all

FAMHI Desak Kementerian ESDM dan KLH Periksa PT WIN, Don Mike Ingatkan Pentingnya Perlindungan Warga

Jakarta, Nuansa Sultra – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia untuk segera...

Read out all

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Beltiar Sebut Pengisian Wabup Koltim Belum Urgen

Koltim, Nuansa Sultra – Di tengah berkembangnya wacana pengisian jabatan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terus menjadi perbincangan di tengah...

Read out all

Taufik Sungkono : Figur Wakil Bupati Koltim Harus Berintegritas dan Berpihak pada Anak Daerah

Koltim, Nuansa Sultra – Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tengah menjadi perhatian publik menyusul dinamika politik terkait penentuan figur calon Wakil Bupati yang...

Read out all

Tim URC Polres Konawe Ringkus Pelaku Curanmor Asal Wawotobi, Honda Scoopy Diamankan

Konawe, Nuansa Sultra – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Konawe berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di...

Read out all