KOLAKA, NUANSA SULTRA – Kunjungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri ke stand pameran Pemerintah Kota Kendari, Sabtu (26/04/2025), menjadi momen strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa.

 

Wali Kota Kendari, dr.Hj. Siska Karina Imran,SKM. bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, serta Ketua Dekranasda Kota Kendari secara langsung menyambut kunjungan ini dengan semangat kolaboratif.

 

Dalam kegiatan yang berlangsung di lapangan Gelora Kolaka, Pemerintah Kota Kendari memanfaatkan kesempatan untuk memamerkan berbagai produk kreatif hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan lokal berbasis kearifan tradisional hingga olahan makanan khas yang mengangkat nilai-nilai budaya dan potensi ekonomi desa.

 

Direktur Ditjen Bina Pemerintahan Desa, La Ode Ahmad P. Balombo, secara langsung mengamati beragam produk yang ditampilkan dan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Kendari dalam membina potensi lokal. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bentuk nyata pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif dan inovasi lokal.

 

Kegiatan ini merupakan wujud konkret implementasi dari kebijakan pembangunan partisipatif yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat desa dalam mengelola potensi wilayahnya. Melalui pendekatan ini, Kota Kendari menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan warganya melalui jalur ekonomi berkelanjutan.

 

Siska Karina Imran, dalam wawancaranya menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat serta dukungan lintas sektor. Ia menambahkan bahwa kreativitas dan inovasi masyarakat adalah kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan di era modern, serta menjadi modal utama dalam menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing.

 

Pameran tersebut juga menjadi ajang edukasi publik mengenai pentingnya pembangunan berbasis potensi lokal. Stand Kota Kendari tidak hanya menarik perhatian karena keanekaragaman produknya, tetapi juga karena narasi pembangunan desa yang terintegrasi antara aspek sosial, ekonomi, dan budaya, sesuai dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan.

 

Kunjungan Ditjen Bina Pemerintahan Desa ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta memperkuat kebijakan pembangunan desa berbasis data dan inovasi.

 

Kota Kendari, melalui pameran ini, membuktikan bahwa desa bukan hanya entitas administratif, tetapi juga sumber kekuatan pembangunan nasional yang harus terus didukung dan diberdayakan.

 

Laporan : Redaksi

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Jangan Terjebak Dikotomi Teknokrat dan Non-Teknokrat : Saatnya Bicara Kompetensi, Bukan Latar Belakang

Oleh : H. Fajar Meronda, S.E., M.T  (Angkatan Muda Sulawesi Tenggara)   Nuansa Sultra – Wacana pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi...

Read out all

Midul Makati Nilai Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Adrie Yunus sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Jakarta, Nuansa Sultra – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang...

Read out all

JPKPN Layangkan Sanggahan Keras ke BWS Sulawesi IV, Soroti Dugaan “Poles Permukaan” Proyek Irigasi Trimulya

Kendari, Nuansa Sultra – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, secara resmi menyampaikan surat sanggahan terhadap tanggapan Balai Wilayah Sungai...

Read out all

Ketua BK DPRD Koltim I Made Margi Tegaskan Status Husain Tanggapili Masih Dikaji Sesuai Tata Tertib

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kolaka Timur, I Made Margi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji status anggota DPRD,...

Read out all

JPKPN dan GSPI Sultra Dukung PPI Usut Dugaan Kongkalikong Limbah di Morosi hingga ke DPRD Konawe

Konawe, Nuansa Sultra – Dukungan terhadap upaya pengungkapan dugaan praktik bisnis limbah ilegal di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, terus menguat. Terbaru,...

Read out all

Proyek Rehabilitasi Irigasi Tersendat, Petani Empat Desa di Poli-Polia Terancam Gagal Tanam dan Kesulitan Bayar KUR.

Koltim, Nuansa Sultra – Beberapa bulan lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Andowengga menggelar musyawarah bersama pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat guna...

Read out all