Koltim, Nuansa Sultra – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur (Koltim) menjalin sinergi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam upaya penanganan kebencanaan, khususnya kebakaran, di tengah keterbatasan armada dan sarana pendukung di daerah tersebut.

 

Kepala BPBD Koltim, Dewa Made Ratmawan, S.ST., MT., menjelaskan terkait kebakaran yang terjadi di Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, dan Desa Simbune, Kecamatan Tirawuta, beberapa hari lalu, Pembagian tugas antara BPBD dan Damkar sudah diterapkan secara jelas.

 

“Damkar berfokus pada penanganan kebakaran permukiman, sementara BPBD menangani bencana yang dipicu faktor alam, seperti banjir dan angin kencang” Jelasnya. Pada Rabu (21/01/2026).

 

Meski demikian, BPBD tetap siap memberikan dukungan apabila kami dibutuhkan.

 

“Untuk kebakaran permukiman itu domainnya Pol PP Damkar, tetapi jika dalam penanganannya membutuhkan bantuan, kami siap membantu,” ujar Dewa, seraya memastikan bahwa kebakaran di Welala dan Simbune tidak menimbulkan korban jiwa.

 

Dewa mengungkapkan bahwa armada yang dimiliki BPBD Koltim pada dasarnya berupa mobil tangki air yang difungsikan untuk suplai air bersih, termasuk pendistribusian air saat terjadi kekeringan, sehingga belum dirancang khusus sebagai kendaraan pemadam kebakaran.

 

Terkait keterbatasan tersebut, BPBD berharap ke depan dapat turut memperoleh dukungan penganggaran maupun bantuan peralatan. Menurut Dewa, penguatan sarana menjadi kebutuhan penting guna meningkatkan kapasitas penanganan bencana secara terpadu.

 

Ia menjelaskan bahwa pengajuan armada dan peralatan telah dilakukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai induk BPBD di tingkat pusat, mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Koltim. Namun, keterbatasan pembiayaan juga terjadi di tingkat pusat.

 

Dewa menambahkan bahwa pada 2025 BPBD Koltim melanjutkan proses pengajuan bantuan yang dimulai sejak 2024, termasuk armada mobil tangki dan mobil serbaguna, meski hingga akhir tahun belum terealisasi akibat kebijakan efisiensi anggaran.

 

Rentetan kebakaran yang terjadi dalam waktu singkat ini kembali menegaskan urgensi penguatan armada, sarana, dan prasarana kebencanaan di Wilayah Koltim demi meningkatkan kecepatan respons serta meminimalkan dampak bagi masyarakat Kolaka timur.

 

Laporan : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Listyo Sigit Diberhentikan dengan Hormat, DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

Jakarta, Nuansa Sultra – DPR RI menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia...

Read out all

38 Gerai KDKMP Dibangun di Koltim, 19 Unit Telah Rampung

Koltim, Nuasa Sultra – Sebanyak 38 gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dibangun di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Dari jumlah tersebut,...

Read out all

Jelang Purna Bakti, Syafruddin Tinggalkan Catatan Pengabdian di Pendidikan Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Menjelang purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Drs. Syafruddin, M.Pd., meninggalkan sejumlah catatan pengabdian selama menjalankan tugas...

Read out all

34 Tahun Mengabdi, Maryono Purna Bakti dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Setelah sekitar 34 tahun mengabdi sebagai aparatur dan tenaga pendidik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kolaka Timur...

Read out all

20 Pelaku Usaha Pamerkan Produk Lokal Koltim dalam Pekan Produk Unggulan UMKM 2026

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menggelar Pekan Produk Unggulan UMKM Tahun 2026 untuk mendorong...

Read out all

Jika Gibran Tidak Memenuhi Syarat, Apakah Akan Berimbas Kepada Prabowo?

Oleh : Andre Darmawan Advokat/Ketua DPD KAI Sulawesi Tenggara Nuansa Sultra – Permohonan PHPU No 1/2026 yang diajukan oleh Prof. Denny Indrayana...

Read out all