KOLTIM, NUANSA SULTRA – PT Agricon Indonesia memanfaatkan momen Expo Paket BISSA 2025 sebagai strategi kunci dalam memperkenalkan produk unggulannya kepada petani padi di Kab. Kolaka Timur, Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Ladongi Jaya, Lrg. LDII, Kecamatan Ladongi yang digelar secara terbuka, Pada Selasa (07/10/2025)

 

Turut di hadiri Oleh Lurah Ladongi Jaya, Mukhtar Tidjang, SGz beserta Jajarannya, Kapolsek Ladongi, Iptu Agus Bone, SH., MH, Camat Ladongi yang mewakili, RSM PANL Kendari, Babinsa, Bhabinkabtimas, Tokoh Masyarakat, Erwin kuman, Serta para Petani Se-Koltim

 

Kegiatan Expo Paket BISSA 2025 ini menjadi ajang edukatif sekaligus promosi, guna meningkatkan pemahaman bagi petani tentang solusi pertanian modern yang dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan.

 

Manajer Marketing PT Agricon Indonesia, Ivan Febriana, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan dalam expo ini adalah mengedukasi petani mengenai cara meningkatkan produktivitas tanaman padi melalui pendekatan teknologi pertanian terpadu. Menurutnya, Paket BISSA 2025 adalah solusi lengkap yang ditawarkan oleh PT Agricon Indonesia untuk menjawab berbagai tantangan utama dalam budidaya padi.

 

“Paket BISSA ini didesain sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari fase vegetatif, generatif, hingga pematangan. Setiap fase memiliki permasalahan spesifik yang perlu penanganan berbeda, dan Agricon hadir memberikan solusinya secara tepat sasaran,” Ujar Ivan di sela kegiatan expo.

Dalam fase vegetatif, gangguan utama tanaman padi adalah gulma dan penggerek batang. Untuk itu, Agricon menawarkan Nimbus, herbisida selektif yang aman bagi tanaman padi namun efektif dalam mengendalikan gulma sejak sebelum tumbuh hingga fase awal pertumbuhan.

 

Di fase ini juga diberikan edukasi kepada petani oleh Madi, perwakilan Agricon asal Luwu Timur, yang menjelaskan bahwa manfaat Nimbus adalah menciptakan anakan padi yang sehat serta daun yang lebih hijau dan optimal dalam fotosintesis.

 

Memasuki fase generatif, Agricon memperkenalkan produk unggulannya Spontanking, sebuah insektisida yang tidak hanya efektif mengendalikan penggerek batang dan beluk, namun juga membantu memaksimalkan produktivitas malai. Edukasi terkait produk ini disampaikan oleh Ikhsan, penyuluh pertanian Asal Kab. Sidrap, yang menyebut bahwa penggunaan Spontanking menjadikan pertumbuhan malai serempak dan hasil panen lebih stabil.

 

Untuk fase pematangan, PT Agricon menawarkan Inari, produk fungisida yang dirancang untuk mengatasi penyakit patah leher yang kerap menyerang menjelang masa panen. Tripel, penyuluh pertanian dari Kab. Bone, Idul memaparkan bahwa Inari dapat meningkatkan bobot gabah, hasil beras yang bening, dan panen yang lebih bersih. Fokus pada fase ini adalah menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen hingga ke tahap akhir.

 

Guna mendukung pemahaman petani, PT Agricon menyediakan zona edukasi khusus di lokasi expo. Di tempat ini, para petani dapat langsung berkonsultasi dengan tim ahli Agricon terkait kendala pertanian yang mereka hadapi. Petani juga bisa melihat demonstrasi produk serta memperoleh informasi rinci tentang cara penggunaan dan manfaat setiap solusi dalam Paket BISSA.

 

Menurut Ivan, strategi utama Agricon dalam memasarkan produk adalah menunjukkan hasil nyata di lapangan, bukan sekadar promosi. Petani akan lebih percaya jika mereka melihat hasil panennya meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan kualitas hasil panen lebih baik. Oleh karena itu, pendekatan edukatif yang disertai demo langsung menjadi metode unggulan Agricon di setiap kegiatan lapangan.

 

Selain itu, Ivan menekankan pentingnya tindak lanjut pasca-expo melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti PPL, kelompok tani, dan kios-kios pertanian. Langkah ini penting agar petani bisa terus mengakses produk-produk Agricon dan merasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

 

PT Agricon Indonesia merupakan perusahaan nasional yang telah hadir selama 56 tahun di Indonesia, dengan kantor pusat dan pabrik di Bogor. Perusahaan ini memiliki jaringan luas di berbagai daerah, termasuk di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Konsistensinya dalam mendampingi petani membuktikan komitmen Agricon dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Sementara itu, Lurah Ladongi, Mukhtar Tidjang, SGz menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan expo ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

 

“Kegiatan ini memberi peluang besar bagi petani untuk mengenal inovasi dan teknologi terbaru dalam budidaya padi,” ujarnya.

 

Ia juga berharap melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani, sektor pertanian di Koltim semakin berkembang, berdaya saing, dan berkelanjutan.

 

“Mari manfaatkan momen ini untuk membangun sinergi dan memperkuat pertanian kita,” tutup Lurah *(Adv).

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Jangan Terjebak Dikotomi Teknokrat dan Non-Teknokrat : Saatnya Bicara Kompetensi, Bukan Latar Belakang

Oleh : H. Fajar Meronda, S.E., M.T  (Angkatan Muda Sulawesi Tenggara)   Nuansa Sultra – Wacana pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi...

Read out all

Midul Makati Nilai Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Adrie Yunus sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Jakarta, Nuansa Sultra – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang...

Read out all

JPKPN Layangkan Sanggahan Keras ke BWS Sulawesi IV, Soroti Dugaan “Poles Permukaan” Proyek Irigasi Trimulya

Kendari, Nuansa Sultra – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, secara resmi menyampaikan surat sanggahan terhadap tanggapan Balai Wilayah Sungai...

Read out all

Ketua BK DPRD Koltim I Made Margi Tegaskan Status Husain Tanggapili Masih Dikaji Sesuai Tata Tertib

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kolaka Timur, I Made Margi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji status anggota DPRD,...

Read out all

JPKPN dan GSPI Sultra Dukung PPI Usut Dugaan Kongkalikong Limbah di Morosi hingga ke DPRD Konawe

Konawe, Nuansa Sultra – Dukungan terhadap upaya pengungkapan dugaan praktik bisnis limbah ilegal di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, terus menguat. Terbaru,...

Read out all

Proyek Rehabilitasi Irigasi Tersendat, Petani Empat Desa di Poli-Polia Terancam Gagal Tanam dan Kesulitan Bayar KUR.

Koltim, Nuansa Sultra – Beberapa bulan lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Andowengga menggelar musyawarah bersama pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat guna...

Read out all