Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) sebagai pembina data terus memperkuat kualitas kebijakan berbasis data dengan menggandeng pemerintah daerah Kab. Koltim dan pemerintah desa melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Program ini bertujuan meningkatkan literasi data, menumbuhkan kesadaran pembangunan berbasis statistik, serta memperkuat kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data.

Kegiatan sosialisasi dan pencanangan Desa Cantik dilaksanakan di Aula Kantor Desa Lamoare, Kecamatan Loea, pada Rabu, (29/04/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., Ketua DPRD Hj. Jumhani, S.Pd.,M.Si., Sekretaris Daerah, Rismato Runda, S.Sos., M.M., perwakilan Polres Koltim, Danramil 1412-01 Rate-rate, Kepala BPS Koltim beserta jajaran, para OPD, Camat Loea, Kades Lamoare, Kades Mataiwoi, Kades Tinomu, serta sejumlah masyarakat Kecamatan Loea.

Dalam sambutannya, Yosep Sahaka, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa Desa Cantik merupakan inovasi strategis dalam membangun tata kelola data yang andal, partisipatif, dan berkelanjutan di tingkat desa. Program ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi, transformasi digital, serta visi pembangunan daerah yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.

Lebih lanjut, Yosep Sahaka mengungkapkan kebanggaannya atas capaian desa-desa di Koltim dalam program nasional Desa Cantik. Pada tahun 2025, Desa Lalowosula berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari tiga desa terbaik tingkat nasional. 

Sementara itu, pada tahun 2024, Desa Simbune masuk dalam 25 besar desa terbaik nasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemda, pemdes, dan BPS koltim mampu menghasilkan kinerja yang kompetitif di tingkat nasional.

Pada tahun 2026, tiga desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik di Koltim meliputi Desa Lamoare, Desa Tinomu, dan Desa Mataiwoi. Pemerintah berharap ketiga desa ini dapat mengikuti keberhasilan desa sebelumnya melalui pendampingan intensif dari BPS serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, ketiga desa tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi percontohan dalam pengelolaan data desa.

Bupati Yosep Sahaka juga menegaskan bahwa capaian Kab. Koltim di tingkat nasional harus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan daerah dalam program Desa Cantik merupakan bukti nyata bahwa daerah Koltim mampu bersaing dan mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara di tingkat nasional. Oleh karena itu, komitmen bersama seluruh pihak menjadi kunci utama keberlanjutan program ini.

Menurutnya, Desa Cantik memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Data yang akurat, mutakhir, dan dikelola secara konsisten akan menghasilkan keputusan yang terukur serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. 

“Saya berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap implementasi awal, tetapi terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat desa.” Ujar yosep

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk berperan aktif dalam mendukung program tersebut. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar data tidak dipandang sebagai beban administratif, melainkan sebagai alat strategis dalam merancang masa depan desa yang lebih baik dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa Cantik. Ia menilai bahwa data yang valid dan akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan, termasuk dalam fungsi penganggaran dan pengawasan yang dijalankan oleh DPRD. Penguatan kapasitas statistik di tingkat desa akan memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan berkeadilan.

Terakhir, Dalam rangkaian kegiatan, Plt. Bupati, Sekretaris Daerah, dan Ketua DPRD Koltim secara resmi mengukuhkan “Laskar Data” di tiga desa, yaitu Desa Lamoare yang diwakili oleh Budi Utomo, Desa Mataiwoi yang diwakili oleh Putu Sudiarto, dan Desa Tinomu yang diwakili oleh Ketut Eli Ernayanti. 

Pengukuhan ” Laskar Data” diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengelolaan data desa sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan berbasis data yang berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Timur.

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Jika Gibran Tidak Memenuhi Syarat, Apakah Akan Berimbas Kepada Prabowo?

Oleh : Andre Darmawan Advokat/Ketua DPD KAI Sulawesi Tenggara Nuansa Sultra – Permohonan PHPU No 1/2026 yang diajukan oleh Prof. Denny Indrayana...

Read out all

Kriyanusa 2026 Hadirkan 410 Stan, Dekranasda Koltim Tampilkan Produk Kriya Daerah

Jakarta, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut ambil bagian dalam pameran nasional...

Read out all

Oknum Polisi Diduga Ejek Massa Saat Demo Hari Tani, Polda Bengkulu Dalami Video Viral

Bengkulu, Nuansa Sultra – Aksi demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Pada Kamis (24/9/2026), berujung kericuhan dan menjadi...

Read out all

Pemkot Kendari Evaluasi 3.038 PPPK Paruh Waktu, 68 Tak Lanjut

Kendari, Nuansa Sultra – Pemerintah Kota Kendari mulai memfinalisasi evaluasi terhadap 3.038 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu hasil penerimaan 2025...

Read out all

Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Jakarta, Nuansa Sultra – Seniman sekaligus politikus Guruh Soekarno Putra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pagi dalam usia 73 tahun. Putra bungsu...

Read out all

Bapenda Koltim Targetkan PAD Rp17,72 Miliar pada 2026

Koltim, Nuansa Sultra – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp17,72 miliar pada 2026....

Read out all