Koltim, Nuansa Sultra – Rentetan kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dalam waktu yang berdekatan. Dalam kurun tiga hari, kebakaran melanda Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, serta Desa Simbune, Kecamatan Tirawuta. Peristiwa ini menjadi ujian bagi kesiapan Pemadam Kebakaran (Damkar) Koltim yang harus bekerja di tengah keterbatasan armada dan sarana pendukung.

 

Kebakaran terbaru terjadi di Desa Simbune. Dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook koltimnews, tampak warga menyaksikan kobaran api yang terus membesar di area lahan. Sambil menunggu petugas tiba, warga berupaya mencegah api meluas dengan peralatan seadanya.

 

Tiga hari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Lingkungan V, Kelurahan Welala. Api menghanguskan dua unit rumah warga dan sempat merembet ke area perkebunan. Meski menimbulkan kerugian materi, kedua peristiwa tersebut dipastikan tidak menelan korban jiwa.

 

Saat dikonfirmasi pada Rabu (21/01/2026), Analis Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Koltim, Hery Setyanoto, S.Kom, menjelaskan bahwa dari sisi sumber daya manusia (SDM), Damkar Koltim tidak mengalami kendala berarti.

 

“Untuk masalah SDM, alhamdulillah anggota kami sudah berstatus Pemadam I dan jumlahnya mencukupi. Permasalahan utama kami justru ada pada sarana dan prasarana,” ujar Hery.

 

Ia mengungkapkan bahwa armada pemadam kebakaran yang dimiliki saat ini merupakan hasil pengadaan tahun 2015 dan hingga kini belum ada penambahan unit. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kecepatan dan efektivitas penanganan kebakaran di lapangan.

 

“Armada kami pengadaan tahun 2015. Sampai sekarang belum ada penambahan. Jumlahnya sangat minim, begitu juga dengan perlengkapan keselamatan. Namun meski dengan keterbatasan ini, kami tetap menjalankan tugas dan tidak menjadikannya sebagai alasan,” tegasnya.

 

Menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya kedatangan petugas Damkar ke lokasi kebakaran, Hery menjelaskan bahwa standar waktu tanggap (response time) Damkar Koltim adalah 15 menit sejak laporan diterima. Namun, faktor jarak dan kondisi infrastruktur jalan menjadi tantangan tersendiri.

 

“Response time kami 15 menit. Tapi kondisi jalan dari pusat ke wilayah seperti Ladongi membutuhkan waktu tempuh yang tidak singkat. Seandainya kami memiliki armada tambahan, kami sudah merencanakan pendirian posko di wilayah Lambandia – Aere, Poli-polia dan Dangia, serta Ladong i- Loea. Namun membangun pos tanpa armada tentu tidak efektif,” jelasnya.

 

Hery menambahkan bahwa pengajuan penambahan armada telah dilakukan berulang kali, bahkan sebelum pimpinan Satpol PP Damkar yang sekarang menjabat. Terakhir, pengajuan kembali dilakukan pada tahun 2025, namun hingga kini belum terealisasi.

 

Pada kebakaran di Desa Simbune, Damkar Koltim juga terpaksa meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim akibat keterbatasan suplai air.

 

“Anggota di lapangan sempat kewalahan. Saat kami meninggalkan lokasi untuk mengisi air, api justru semakin membesar. Karena itu saya berinisiatif meminta bantuan BPBD untuk membantu suplai air,” ungkap Hery.

 

Terakhir, Ia menegaskan bahwa prioritas utama Damkar dalam setiap kejadian kebakaran adalah mencegah api menyebar ke kawasan permukiman warga.

 

“Yang paling kami kejar adalah agar api tidak sampai merembet ke pemukiman,” tutup Hery.

 

Laporan : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Midul Makati Nilai Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Adrie Yunus sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Jakarta, Nuansa Sultra – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang...

Read out all

JPKPN Layangkan Sanggahan Keras ke BWS Sulawesi IV, Soroti Dugaan “Poles Permukaan” Proyek Irigasi Trimulya

Kendari, Nuansa Sultra – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, secara resmi menyampaikan surat sanggahan terhadap tanggapan Balai Wilayah Sungai...

Read out all

Ketua BK DPRD Koltim I Made Margi Tegaskan Status Husain Tanggapili Masih Dikaji Sesuai Tata Tertib

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kolaka Timur, I Made Margi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji status anggota DPRD,...

Read out all

JPKPN dan GSPI Sultra Dukung PPI Usut Dugaan Kongkalikong Limbah di Morosi hingga ke DPRD Konawe

Konawe, Nuansa Sultra – Dukungan terhadap upaya pengungkapan dugaan praktik bisnis limbah ilegal di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, terus menguat. Terbaru,...

Read out all

Proyek Rehabilitasi Irigasi Tersendat, Petani Empat Desa di Poli-Polia Terancam Gagal Tanam dan Kesulitan Bayar KUR.

Koltim, Nuansa Sultra – Beberapa bulan lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Andowengga menggelar musyawarah bersama pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat guna...

Read out all

Pengurus PGRI Koltim Masa Bakti 2025–2030 Dikukuhkan, Plt. Bupati Tekankan Profesionalisme Guru

Koltim, Nuansa Sultra – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan...

Read out all