
- 0
- 235 words
BOGOR, Nuansa Sultra – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu sore,(4/10/2026)
Pertemuan tersebut membahas penguatan peran Bakom dalam menyampaikan program pemerintah, hasil kerja, serta manfaat kebijakan kepada masyarakat. Komunikasi pemerintah juga diarahkan agar lebih dekat dan mudah dipahami oleh publik.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah diterima masyarakat dalam menyampaikan informasi pemerintah.
“Komunikasi tidak cukup hanya menjelaskan apa yang telah dikerjakan, tetapi juga perlu menerangkan arah, tujuan, dan pemikiran yang melatarbelakangi setiap kebijakan”. Ujar prabowo
Selain menyampaikan informasi, Bakom juga diminta menjalankan fungsi komunikasi dua arah. Lembaga tersebut diharapkan dapat mendengarkan masukan, keluhan, serta kritik masyarakat dan meneruskannya kepada kementerian, lembaga terkait, maupun Presiden.
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan. Dengan komunikasi yang jelas, masyarakat diharapkan dapat memahami kebijakan pemerintah secara lebih utuh.
Di sisi lain, pemerintah juga dapat memperoleh gambaran langsung mengenai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan kebijakan.
Pertemuan Presiden dengan jajaran Bakom itu sekaligus menegaskan bahwa komunikasi pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Dengan pola komunikasi tersebut, pemerintah diharapkan mampu menjelaskan kebijakan secara transparan sekaligus memastikan suara masyarakat tetap menjadi bagian dari proses pemerintahan.
Penulis : Asrianto Daranga