
Kendari, Nuansa Sultra – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, membuka Seminar Nasional dan Sekolah Agraria Regional Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali di Aula Garuda Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) tersebut bertujuan memperkuat pemikiran dan kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan Sultra harus mengutamakan kebutuhan nyata masyarakat melalui pendekatan bottom-up, yakni perencanaan pembangunan yang berangkat dari aspirasi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut perlu didukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Prinsip ini dinilai penting untuk mewujudkan visi Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan penerapan nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, hukum, serta kemanusiaan.
Busyro juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, dan organisasi nonpemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong pemerintahan yang bersih serta mewujudkan keadilan sosial di berbagai bidang.
Melalui seminar nasional dan Sekolah Agraria ini, penyelenggara diharapkan dapat memperkuat pertukaran gagasan dan pengembangan strategi kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pendekatan kolaboratif tersebut juga diharapkan mendukung pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan.
Laporan : Asrianto Daranga