Jakarta, Nuansa Sultra – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang beroperasi di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Direktur Eksekutif FAMHI, Midul Makati, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan seluruh kegiatan pertambangan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum serta prinsip perlindungan lingkungan hidup.

“Pengawasan yang ketat sangat penting guna mencegah dampak yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat maupun keberlanjutan ekosistem di wilayah sekitar tambang itu,” Ujar Don Mike, sapaan akrabnya, Minggu (31/05/2026).

Desakan tersebut muncul setelah adanya laporan masyarakat dan sejumlah temuan lapangan yang mengindikasikan dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Selain itu, lokasi operasional perusahaan yang disebut berada dekat dengan kawasan permukiman warga dan fasilitas pendidikan dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.

FAMHI menilai pemerintah pusat perlu melakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional perusahaan, termasuk dokumen perizinan, dokumen lingkungan, serta kepatuhan terhadap aturan pertambangan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan.

“Jika dalam proses audit ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, maka pencabutan IUP harus menjadi opsi yang dipertimbangkan secara serius demi melindungi kepentingan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tegas Don Mike. 

Selain dugaan aktivitas tambang yang berada di sekitar kawasan permukiman, FAMHI juga menyoroti perubahan bentang alam yang berpotensi meningkatkan risiko bencana lingkungan. Organisasi tersebut menilai berbagai laporan masyarakat terkait dampak sosial dan kondisi lingkungan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif dan transparan.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat sipil, organisasi lingkungan, dan kelompok warga juga telah menyampaikan keberatan terhadap aktivitas pertambangan PT WIN di Torobulu. Mereka meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengevaluasi dokumen lingkungan, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta status perizinan perusahaan.

Menurut Don Mike, pengelolaan sumber daya alam harus berlandaskan prinsip keberlanjutan, kepatuhan terhadap hukum, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa FAMHI mendukung investasi yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, namun menolak segala bentuk aktivitas usaha yang berpotensi mengancam keselamatan warga, merusak lingkungan, maupun mengabaikan aturan hukum.

Karena itu, FAMHI meminta aparat penegak hukum, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan lembaga pengawas terkait untuk melakukan investigasi secara independen, transparan, dan menyeluruh. 

“Sebagai Direktur Eksekutif Famhi bergerak di bidang advokasi hukum, antikorupsi, dan lingkungan, Saya, menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga tercipta kepastian hukum serta perlindungan yang maksimal bagi masyarakat terdampak,” tutup Don Mike.

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Tanjung Lalimbue Disiapkan Jadi Lokasi Kemah Tahunan Pramuka Konawe

Konawe, Nuansa Sultra – Kawasan pesisir Tanjung Lalimbue, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diproyeksikan menjadi lokasi perkemahan tahunan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan...

Read out all

Tak Sekadar Tilang, Satlantas Koltim Sambangi SPBU Rate-Rate, Edukasi Pengendara dan Berbagi dengan Sopir Truk

Koltim, Nuansa Sultra – Kegiatan tersebut berlangsung di SPBU Rate-Rate, Kelurahan Rate-Rate, Kecamatan Tirawuta, Koltim, Jumat pagi (28/8/2026). Kampanye keselamatan berlalu lintas...

Read out all

Bupati Cup II Koltim: Laga Ladongi vs Poli-Polia Memanas, Penalti Picu Kericuhan

Koltim, Nuansa Sultra – Pertandingan perebutan tiket babak delapan besar Bupati Cup II Kolaka Timur (Koltim) antara Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Poli-Polia...

Read out all

Survei IPO di Desa Tongandiu, Dispora Koltim Siapkan Pengembangan Olahraga Berbasis Data

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terus memetakan kondisi olahraga masyarakat melalui Survei Indeks Pembangunan...

Read out all

Kebakaran Lahan di Lalolae, Kapolres Koltim Turun Langsung Pantau Penanganan

Koltim, Nuansa Sultra – 𝘒𝘢𝘱𝘰𝘭𝘳𝘦𝘴 𝘒𝘰𝘭𝘢𝘬𝘢 𝘛𝘪𝘮𝘶𝘳 𝘈𝘒𝘉𝘗 𝘛𝘪𝘯𝘵𝘰𝘯 𝘠𝘶𝘥𝘩𝘢 𝘙𝘪𝘢𝘮𝘣𝘰𝘥𝘰, 𝘚.𝘏., 𝘚.𝘐.𝘒., 𝘔.𝘏., 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘫𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘢 (𝘛𝘒𝘗) 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯...

Read out all

Debit Waduk Ladongi Menurun, Distanak Koltim Sarankan Pengelola Waduk Terapkan Pembagian Air Bergilir

Koltim, Nuansa Sultra – 𝘋𝘪𝘯𝘢𝘴 𝘛𝘢𝘯𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘵𝘦𝘳𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 (𝘋𝘪𝘴𝘵𝘢𝘯𝘢𝘬) 𝘒𝘢𝘣𝘶𝘱𝘢𝘵𝘦𝘯 𝘒𝘰𝘭𝘢𝘬𝘢 𝘛𝘪𝘮𝘶𝘳 (𝘒𝘰𝘭𝘵𝘪𝘮), 𝘚𝘶𝘭𝘢𝘸𝘦𝘴𝘪 𝘛𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳𝘢 (𝘚𝘶𝘭𝘵𝘳𝘢) 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘳𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘰𝘭𝘢 𝘞𝘢𝘥𝘶𝘬 𝘓𝘢𝘥𝘰𝘯𝘨𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬...

Read out all