
- 0
- 259 words
Koltim, Nuansa Sultra – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur (Koltim) memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Koltim, Dewa Made Ratmawan, S.ST., M.T., menyampaikan hal itu kepada media usai mengikuti webinar kesiapsiagaan bencana melalui Zoom Meeting di Lantai II Aula Rapat Kantor Bupati Koltim, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta. Rabu (7/10/2026)
Webinar tersebut merupakan rangkaian Aksi Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada 1–31 Oktober 2026.
Dewa mengatakan BPBD terus memperbarui informasi kebencanaan dan menyiapkan langkah mitigasi serta penanganan secara terkoordinasi.
Menurutnya, BPBD memperkuat kekompakan personel, mengusulkan dukungan anggaran yang memadai, meningkatkan kualitas peralatan, serta memperkuat koordinasi internal dan eksternal.
Sejumlah wilayah juga dipetakan sebagai daerah yang berpotensi mengalami bencana. Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) antara lain berada di Kecamatan Lalolae, Tinondo, Ladongi, Dangia, Lambandia, dan Tirawuta.
Sementara potensi banjir terdapat di Kecamatan Mowewe, Uluiwoi, Ueesi, Tirawuta, Ladongi, Loea, dan Aere.
Dewa menyebut jumlah personel BPBD saat ini masih memadai untuk mendukung penanganan bencana. Namun, kebutuhan yang paling mendesak adalah penambahan dan peningkatan peralatan kebencanaan.
“Untuk personil masih memadai meskipun dapat ditambah lagi namun yg paling krusial adalah kekurangan peralatan kebencanaan,” Jelasnya
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, kekeringan, banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
“Mari kita menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta penggalian secara sporadis yang dapat mengubah ekosistem dan meningkatkan risiko bencana,” ujarnya.
BPBD Koltim mengajak seluruh masyarakat berperan dalam pencegahan bencana. Kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai penting untuk mengurangi risiko serta mempercepat penanganan ketika bencana terjadi.
Penulis : Asrianto Daranga