
- 0
- 273 words
Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan Plt. Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., dalam webinar kesiapsiagaan bencana secara virtual, Rabu (7/10/2026).
Webinar berlangsung melalui Zoom Meeting, Lt. Dua Aula Rapat Kantor Bupati Koltim, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Aksi Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sepanjang 1–31 Oktober 2026.
Webinar membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah. Jenis bencana tersebut antara lain banjir, tanah longsor, dan bencana lain yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan curah hujan.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman pemda Koltim mengenai mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Plt. Bupati Koltim mengikuti kegiatan tersebut bersama Asisten II Setda Koltim La Fala, S.E., Kepala BPBD Koltim Dewa Made Ratmawan, S.ST., M.T., serta jajaran perangkat daerah terkait.
Yosep Sahaka menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum bencana terjadi. Langkah tersebut mencakup mitigasi, pemetaan wilayah berisiko, penguatan koordinasi, serta kesiapan sumber daya.
Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi dan koordinasi yang kuat, kita dapat meminimalkan risiko serta memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Kolaka Timur,” ujarnya.
Pemkab Koltim terus mendorong koordinasi antara BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur masyarakat.
Koordinasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
Momen Bulan Pengurangan Risiko Bencana juga dimanfaatkan Pemkab Koltim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.
Melalui langkah tersebut, pemda Koltim berkomitmen membangun budaya sadar bencana dan memperkuat ketahanan masyarakat Koltim menghadapi ancaman hidrometeorologi.
Laporan : Asrianto Daranga