
- 0
- 528 words
JAKARTA, Nuansa Sultra – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi terhadap 19 kepala kepolisian daerah (Kapolda) sehari setelah resmi menjabat sebagai Kapolri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Selain 19 Kapolda, telegram tersebut juga mengatur mutasi sejumlah pejabat strategis di tingkat Mabes Polri dan kewilayahan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Menurutnya, rotasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Secara keseluruhan, terdapat 88 perwira tinggi dan perwira menengah yang dimutasi. Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru.
Pergantian Kapolda mencakup sejumlah wilayah, antara lain Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Bali, DIY, Maluku, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Banten, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Untuk Polda Metro Jaya, Irjen Pol. Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda menggantikan pejabat sebelumnya.
Sementara itu, sejumlah nama lain juga mendapat penugasan baru, seperti Irjen Pol. Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur, dan Irjen Pol. Hengki sebagai Kapolda Jawa Barat.
Rotasi juga terjadi di beberapa wilayah yang pejabat Kapoldanya relatif baru. Hal tersebut menunjukkan bahwa mutasi tidak hanya menyasar pejabat yang telah lama menduduki jabatan, tetapi menjadi bagian dari penataan organisasi secara menyeluruh.
Polri menegaskan perubahan tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran atau kesalahan dari pejabat yang diganti. Mutasi dan rotasi merupakan mekanisme organisasi untuk menyesuaikan kebutuhan serta pengembangan karier personel.
Dengan rotasi tersebut, Kapolri Suyudi melakukan penataan awal terhadap sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Kebijakan itu diharapkan mendukung kesinambungan pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja kepolisian di berbagai daerah.
Berikut 19 Kapolda sebelumnya yang digantikan dalam mutasi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto melalui ST Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026:
1. Polda Metro Jaya: Komjen Pol. Asep Edi Suheri → digantikan Irjen Pol. Dadang Hartanto
2. Polda Maluku: Irjen Pol. Dadang Hartanto → digantikan Irjen Pol. Suwondo Nainggolan
3. Polda Kepulauan Riau: Irjen Pol. Asep Safrudin → digantikan Irjen Pol. Suhendri
4. Polda Riau: Irjen Pol. Hery Herjawan → digantikan Irjen Pol. Arman Achdiat
5. Polda NTT: Irjen Pol. Rudi Darmoko → digantikan Irjen Pol. Reza Arief Dewanto
6. Polda Jawa Barat: Irjen Pol. Pipit Rismanto → digantikan Irjen Pol. Hengki
7. Polda Banten: Irjen Pol. Hengki → digantikan Brigjen Pol. Hendra Kurniawan
8. Polda Jawa Tengah: Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo → digantikan Brigjen Pol. Roy Hadi Siahaan
9. Polda Jawa Timur: Irjen Pol. Nanang Avianto → digantikan Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono
10. Polda Bali: Irjen Pol. Daniel Adityajaya → digantikan Brigjen Pol. Pasma Royce
11. Polda Sumatera Barat: Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy → digantikan Irjen Pol. Jawari
12. Polda Sulawesi Selatan: Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro → digantikan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin
13. Polda Jambi: Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar → digantikan Irjen Pol. Widodo
14. Polda Gorontalo: Irjen Pol. Widodo → digantikan Irjen Pol. Nurworo Danang
15. Polda Sumatera Utara: Irjen Pol. Whisnu Hermawan → digantikan Brigjen Pol. Sonny Irawan
16. Polda Sumatera Selatan: Irjen Pol. Sandi Nugroho → digantikan Brigjen Pol. Rony Samtana
17. Polda Sulawesi Tengah: Irjen Pol. Nasri → digantikan Irjen Pol. Rizal Irawan
18. Polda Sulawesi Barat: Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta → digantikan Irjen Pol. Totok Suharyanto
19. Polda DIY: Irjen Pol. Anggoro Sukartono → digantikan Irjen Pol. Langgeng Purnomo.
Penulis : Asrianto Daranga