
- 0
- 313 words
Bengkulu, Nuansa Sultra – Aksi demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Pada Kamis (24/9/2026), berujung kericuhan dan menjadi perhatian publik setelah sebuah video memperlihatkan seorang pria berbaju hitam melakukan sejumlah gestur ke arah massa.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, pria tersebut terlihat berada di tengah barisan personel kepolisian yang sedang melakukan pengamanan. Ia tampak menyeringai, menjulurkan lidah, serta memperagakan beberapa gestur tangan ke arah massa aksi.
Gestur tersebut kemudian dinilai sebagian pihak sebagai tindakan yang berpotensi memancing reaksi massa. Video itu pun menyebar luas dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai identitas serta status pria yang terekam dalam video tersebut.
Sejumlah akun media sosial bahkan mengklaim telah menemukan identitas pria tersebut dan menyebut nama Bripka Agus Ginta Meiro. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi secara independen dan belum mendapat konfirmasi resmi dari Polda Bengkulu.
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol, Imam Wijayanto menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman dan evaluasi terhadap rangkaian kejadian selama aksi berlangsung. Kepolisian belum mengambil kesimpulan mengenai identitas maupun status pria dalam video tersebut.
Menurut Imam, pendalaman dilakukan dengan melihat seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari kondisi sebelum, saat, hingga setelah kericuhan. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat berdasarkan fakta dan tidak bersumber dari spekulasi atau potongan rekaman semata.
Aksi tersebut diikuti sekitar 325 peserta dari gabungan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat. Massa menyampaikan aspirasi terkait persoalan agraria, konflik lahan pertanian, serta sejumlah persoalan yang dihadapi petani di Bengkulu.
Dengan beredarnya video tersebut, perhatian publik kini tertuju pada hasil pendalaman Polda Bengkulu untuk memastikan identitas pria, statusnya dalam kegiatan pengamanan, serta konteks gestur yang terekam.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menunggu penjelasan resmi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Laporan : Asrianto Daranga
Hingga berita ini diterbitkan, Media Nuansa Sultra masih mengupayakan konfirmasi dari Polda Bengkulu. Tanggapan resmi kepolisian akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.