
- 0
- 262 words
Konawe,Nuansa Sultra – Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terputus total setelah jembatan penghubung di wilayah Kecamatan Asinua, Konawe, mengalami kerusakan serius akibat tanah amblas pada bagian ujung jembatan, Selasa (16/06/2026).
Jembatan yang menjadi jalur utama penghubung antara Desa Ambekairi Utama, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, dengan Desa Amololu, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur tersebut rusak setelah pondasi utama tergerus erosi akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Akibat kondisi tersebut, struktur penopang jembatan ambruk sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur ini diketahui menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta mobilitas harian masyarakat di kedua wilayah.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, personel Polsek Abuki bersama Bhabinkamtibmas Latoma, Aipda Anton LP, serta masyarakat setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara.
Dengan peralatan sederhana, aparat kepolisian bersama warga bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa yang disusun sebagai gelagar utama. Upaya ini dilakukan agar akses masyarakat dapat kembali terbuka sementara waktu sambil menunggu perbaikan permanen dari pihak terkait.
Aipda Anton LP menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindakan cepat tanggap darurat untuk menjaga kelancaran aktivitas warga. Ia menegaskan bahwa meskipun jembatan darurat ini memiliki keterbatasan daya tahan, keberadaannya sangat penting untuk menghubungkan kembali jalur transportasi yang sempat terputus.
“Kami bersama masyarakat berupaya semaksimal mungkin agar akses ini bisa kembali digunakan, meskipun sifatnya sementara,” ujarnya di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, jembatan darurat tersebut mulai dapat dilalui secara terbatas, sementara pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan lanjutan guna mencegah terulangnya kejadian serupa dan memulihkan infrastruktur secara permanen.
Penulis : Asrianto Daranga