KUPANG, NUANSA SULTRA – Keluarga almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo menolak upaya pemberian uang santunan sebesar Rp 220 juta yang disebut berasal dari para terdakwa kasus kematian sang prajurit.

 

Ibu kandung Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, mengungkapkan hal tersebut dalam kesaksiannya di sidang perdana perkara tersebut, Senin (27/10/2025), di Pengadilan Militer Kupang.

 

Menurut Paulina, uang itu dikumpulkan oleh 22 prajurit yang telah ditetapkan sebagai terdakwa. Masing-masing menyetor Rp 10 juta, disertai surat pernyataan maaf berisi daftar nama lengkap dan Nomor Registrasi Prajurit (NRP) masing-masing.

 

“Saya ditunjukkan surat itu. Ada nama seluruh pelaku dan tertulis tiap orang kasih Rp 10 juta. Totalnya Rp 220 juta,” ujar Paulina dalam sidang lanjutan, Rabu (22/10/2025).

 

Pada persidangan tersebut, Paulina hadir sebagai saksi untuk terdakwa Ahmad Faisal, yang menjabat sebagai Komandan Kompi Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834 di Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo.

 

Paulina menegaskan, pihak keluarga tidak pernah menerima santunan apa pun terkait kematian putranya. Ia mengaku pernah didatangi seorang prajurit ke rumahnya di Asrama TNI Kuanino, yang meminta dirinya menandatangani dua dokumen pernyataan.

 

Pada dokumen pertama, tercantum nama tiga perwira yang disebut akan membantu adik almarhum jika ingin mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI di masa depan. Di bagian akhir terdapat kolom tanda tangan dirinya dan Komandan Batalyon.

 

“Saya tidak mau tanda tangan,” tegas Paulina.

 

Dokumen kedua berisi daftar nama 22 tersangka yang menyatakan permohonan maaf serta kesediaan memberikan uang masing-masing Rp 10 juta. Paulina mengatakan ia langsung menolak permintaan tersebut.

 

“Nyawa anak saya tidak semurah itu. Saya perjuangkan dia masuk tentara. Satu asrama tahu itu. Tidak bisa ditukar dengan uang,” ujarnya.

 

Paulina menambahkan, jika disebut ada santunan dari batalyon, hal itu tidak benar. Keluarga hanya pernah menerima bantuan rumah dan sepeda motor dari Pangdam IX/Udayana saat berkunjung ke Kupang pasca kejadian.

 

Ia membenarkan adanya beberapa transfer uang, namun dana itu digunakan untuk keperluan pemakaman, seperti tenda dan kursi bagi para pelayat. Dukungan juga datang dari istri Dandim Rote Ndao, tempat ayah almarhum bertugas, serta dari pihak batalyon untuk ibadah malam ke-40.

 

Sementara itu, Christian Namo, ayah Prada Lucky yang juga hadir di persidangan, menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya uang pemberian dari para prajurit yang disebut dikirim melalui Letnan Infantri Made Juni Arta Dana.

 

“Apa pun itu, bagi saya keadilan yang utama,” tegas Christian.

 

Sumber: TribunFlores.com

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Bupati DPD LSM LIRA Koltim Desak Kejari Kolaka Tuntaskan Dugaan Korupsi Kades Peatoa

Koltim, Nuansa Sultra – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka...

Read out all

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Respons Kelakuan Hotman Paris

DEGRADASI VERBAL TERHADAP MARWAH PROFESI JURNALIS DAN MANUVER ABUSE OF INFLUENCE OLEH OKNUM ADVOKAT HOTMAN PARIS HUTAPEA   Penulis : Hartanto Boechori...

Read out all

Ketum PJI Hartanto Boechori : Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Tak Bisa Ditoleransi, Dugaan Abuse of Influence Harus Diusut

Jakarta, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, mengecam keras pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan...

Read out all

Rumah Warga di Dangia Kolaka Timur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta

Koltim, Nuansa Sultra – Sebuah rumah milik warga di Dusun IV, Desa Lalongkateba, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra),...

Read out all

Dua Puskesmas di Koltim Masih Tanpa Dokter Definitif, Dinkes : Tahun Ini Akan Diisi Dokter Program TUGSUS

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengungkapkan penyebab belum terisinya dokter definitif di Puskesmas Sanggona dan Puskesmas Aere....

Read out all

Bahtra Banong dan Yosep Sahaka Dorong Literasi Pertanahan Melalui Sosialisasi Program Strategis ATR/BPN di Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Plt. Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., mengajak masyarakat meningkatkan literasi pertanahan guna memperkuat kepastian...

Read out all