
- 0
- 299 words
Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman musim kemarau.
Langkah terpadu tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alkon) berupa pompa air kepada desa se-Koltim serta peninjauan titik api di kawasan lahan gambut Kecamatan Lalolae, Selasa (01/09/2026).
Rakor yang berlangsung di Aula Kantor Camat Lalolae itu dipimpin Plt Bupati, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd. Hadir Ketua DPRD, Jumhani, S.Pd., M.Si., Sekda, Rismanto Runda, S.Sos., M.M., Wakapolres Koltim, Kompol Syariddin, S.H., perwakilan Dandim 1412 Kolaka, BPBD, Manggala Agni serta para kepala desa.
Pertemuan itu membahas kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan, khususnya melalui penguatan koordinasi antarlembaga dalam memantau titik panas (hotspot) dan mempercepat respons apabila ditemukan potensi kebakaran.
Pemda Koltim juga menyerahkan bantuan pompa air secara simbolis kepada perwakilan desa. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan awal karhutla sekaligus membantu mengatasi keterbatasan air yang berdampak pada lahan pertanian.
Usai rapat, rombongan bersama Forkopimda meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan lahan gambut Kecamatan Lalolae. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi kebakaran yang lebih luas.
Yosep Sahaka meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia juga mengajak warga segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta aktif melaporkan jika menemukan indikasi titik api di wilayah masing-masing,” kata Yosep.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci menekan risiko karhutla sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan di Koltim.
“Kami selaku pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan di tingkat desa terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” tutup Yosep
Penulis : Asrianto Daranga