KOLAKA, NUANSA SULTRA – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM. bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, turut hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Alun-Alun 19 September, Kolaka, pada Minggu (27/04/2025). Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Kendari ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjalanan sejarah dan pembangunan daerah yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

 

Upacara peringatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

 

Dalam Sambutanya, menekankan rasa syukur atas eksistensi Provinsi Sulawesi Tenggara sejak terbentuk pada tahun 1964, yang hingga kini terus menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor pembangunan, meskipun dihadapkan pada dinamika tantangan regional, nasional, dan global.

 

Gubernur juga menyoroti potensi besar Sultra sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan keragaman budaya. Ia menyampaikan bahwa keberagaman etnis, bahasa, dan tradisi harus dipandang sebagai kekuatan yang mampu menjadi modal sosial untuk mempercepat pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

 

Dalam konteks pembangunan daerah, HUT ke-61 ini menjadi momen reflektif untuk mengukur capaian serta merumuskan strategi pembangunan ke depan. Perhatian khusus diarahkan pada upaya menjaga harmoni sosial, memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui inovasi pemerintahan berbasis digital yang kini tengah digalakkan di berbagai kabupaten/kota.

 

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa peringatan HUT ini menjadi pengingat akan pentingnya sinergi lintas wilayah dalam mendukung kemajuan provinsi. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk terus mengambil peran aktif dalam mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

 

Sebagai provinsi dengan beragam identitas lokal, Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar untuk menjadi model pembangunan inklusif berbasis kearifan lokal. Dengan pendekatan pembangunan yang berpihak pada masyarakat, pemerintah daerah diharapkan mampu memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan alam secara berkelanjutan tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya.

 

Terakhir, Gubernur Sultra mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebersamaan dalam keberagaman. Ajakan ini menjadi penegas bahwa keberlangsungan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan sebagai pondasi kemajuan bersama.

 

Laporan : Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Jangan Terjebak Dikotomi Teknokrat dan Non-Teknokrat : Saatnya Bicara Kompetensi, Bukan Latar Belakang

Oleh : H. Fajar Meronda, S.E., M.T  (Angkatan Muda Sulawesi Tenggara)   Nuansa Sultra – Wacana pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi...

Read out all

Midul Makati Nilai Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Adrie Yunus sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Jakarta, Nuansa Sultra – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang...

Read out all

JPKPN Layangkan Sanggahan Keras ke BWS Sulawesi IV, Soroti Dugaan “Poles Permukaan” Proyek Irigasi Trimulya

Kendari, Nuansa Sultra – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, secara resmi menyampaikan surat sanggahan terhadap tanggapan Balai Wilayah Sungai...

Read out all

Ketua BK DPRD Koltim I Made Margi Tegaskan Status Husain Tanggapili Masih Dikaji Sesuai Tata Tertib

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kolaka Timur, I Made Margi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji status anggota DPRD,...

Read out all

JPKPN dan GSPI Sultra Dukung PPI Usut Dugaan Kongkalikong Limbah di Morosi hingga ke DPRD Konawe

Konawe, Nuansa Sultra – Dukungan terhadap upaya pengungkapan dugaan praktik bisnis limbah ilegal di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, terus menguat. Terbaru,...

Read out all

Proyek Rehabilitasi Irigasi Tersendat, Petani Empat Desa di Poli-Polia Terancam Gagal Tanam dan Kesulitan Bayar KUR.

Koltim, Nuansa Sultra – Beberapa bulan lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Andowengga menggelar musyawarah bersama pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat guna...

Read out all