Konsel, Nuansa Sultra – Kelompok Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) Poltekkes Kemenkes Kendari resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Se Iya Se Kata” (Semangat Identifikasi yang Sehat, Kontrol Aktif Tubuh Anda), Kegiatan dimulai tanggal 02 hingga puncak pada Minggu, (08/02/2026) dan berakhir pada 10 februari, di Desa Pamandati, Kabupaten Konawe Selatan. Program ini dirancang sebagai upaya terpadu dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat pesisir melalui pendekatan preventif dan promotif.

 

Kegiatan tersebut menerapkan pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC) yang melibatkan 76 mahasiswa dan 10 dosen dari berbagai lintas jurusan kesehatan di Poltekkes Kemenkes Kendari. Berkolaborasi dengan komunitas Sahabat Pesisir Sehat, program ini memfokuskan intervensi pada pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui edukasi kesehatan, skrining dini, serta pemberdayaan pangan lokal berbasis potensi laut.

 

Dukungan penuh terhadap program ini datang dari jajaran Direktorat Poltekkes Kemenkes Kendari. Wakil Direktur III, Muhaimin Saranani, S.Kep., Ns., M.Sc, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang dinilai selaras dengan visi institusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang responsif terhadap permasalahan nyata di masyarakat. 

 

Menurutnya, pengabdian langsung di tingkat akar rumput merupakan strategi efektif dalam membangun literasi kesehatan berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir.

 

“Kami mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Program Se Iya Se Kata menunjukkan bahwa edukasi kesehatan harus kontekstual, aplikatif, dan memanfaatkan potensi lokal, seperti pemanfaatan ikan melalui demonstrasi masak sehat bagi warga pesisir,” ujarnya.

 

Pelaksanaan kegiatan di tingkat desa dikoordinatori oleh Muhammad Anugrah, mahasiswa Jurusan Keperawatan, selaku Koordinator Desa. Ia menegaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah deteksi dini faktor risiko PTM, khususnya hipertensi dan diabetes, yang kerap tidak disadari oleh masyarakat pesisir. Melalui pemeriksaan dan edukasi berkelanjutan, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kontrol kesehatan rutin.

 

Dari unsur pemerintah desa, Kades Pamandati, Agus, S.Sos, menyambut positif kehadiran mahasiswa PKLT. Ia menilai program tersebut memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan melalui layanan pemeriksaan gratis dan edukasi pengolahan pangan lokal yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Keberhasilan kegiatan ini juga ditopang oleh pendampingan intensif Tim Dosen Pembimbing yang turut terjun langsung ke lapangan. Tim dari Jurusan Keperawatan yang terdiri atas Muhaimin Saranani, S.Kep., Ns., M.Sc; Dr. Sahmad, S.Kep., Ners., M.Kep; Nurfantri, S.Kep., Ns., M.Sc; Hikmawati, S.Kep., Ns., M.Kes; serta Sri Resky Mustafa, S.Kep., Ners., M.Kep, memberikan edukasi komprehensif terkait pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular pada masyarakat pesisir.

 

Selain edukasi, mahasiswa dan dosen juga melaksanakan cek kesehatan gratis meliputi pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan golongan darah dilakukan oleh Tim Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, yakni Julianti Isma Sari Usman, S.ST., M.T dan Ahmad Rediansya Putra, S.Tr.A.K., M, sebagai bagian dari skrining kesehatan dasar masyarakat.

 

Puncak kegiatan berlangsung pada sesi Demo Masak “Gemar Ikan Bugar” (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk Tubuh Bugar) yang dipandu oleh Tim Dosen Jurusan Gizi, I Made Rai Sudarsono, S.Gz., MPH dan Dr. Intan Ria Nirmala, S.P., M.Gizi. Demonstrasi ini menampilkan pengolahan ikan sehat berbasis pangan lokal sebagai strategi pemenuhan gizi keluarga sekaligus pencegahan penyakit degeneratif.

 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat pada sesi demo masak, I Made Rai Sudarsono, menegaskan bahwa potensi laut Desa Pamandati yang melimpah harus dioptimalkan melalui pola konsumsi ikan yang sehat, aman, dan bergizi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Kartini, S.Si.T., M.Kes, menyampaikan bahwa program kolaboratif ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa kesehatan merupakan aset utama yang harus dijaga secara konsisten melalui prinsip “Se Iya Se Kata”, yakni keselarasan antara pola pikir sehat dan tindakan kontrol tubuh yang aktif.

 

Sebagai program inisiasi mahasiswa PKLT, Se Iya Se Kata berfokus pada skrining kesehatan laboratorium dan edukasi penyakit degeneratif. Melalui kemitraan dengan Sahabat Pesisir Sehat, program ini berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui aksi nyata, terukur, dan berkelanjutan.

 

Penulis : Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Selain OTT, Kerusakan Jalan Kian Parah, JPKPN Desak Polresta Kendari Tindak Truk ODOL

Kendari, Nuansa Sultra – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, mendesak Polresta Kendari untuk...

Read out all

Pasca Cuti Bersama, Pemda Koltim Gelar Sidak untuk Pastikan Kinerja ASN Optimal

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasca cuti bersama Hari Raya Idulfitri dan Hari...

Read out all

Pemda Kolaka Timur Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Ratusan Jamaah Padati Lapangan Nur Latamoro

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim) menggelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dipusatkan di Lapangan Nur Latamoro, Kelurahan...

Read out all

Jangan Terjebak Dikotomi Teknokrat dan Non-Teknokrat : Saatnya Bicara Kompetensi, Bukan Latar Belakang

Oleh : H. Fajar Meronda, S.E., M.T  (Angkatan Muda Sulawesi Tenggara)   Nuansa Sultra – Wacana pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi...

Read out all

Midul Makati Nilai Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Adrie Yunus sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Jakarta, Nuansa Sultra – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang...

Read out all

JPKPN Layangkan Sanggahan Keras ke BWS Sulawesi IV, Soroti Dugaan “Poles Permukaan” Proyek Irigasi Trimulya

Kendari, Nuansa Sultra – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, secara resmi menyampaikan surat sanggahan terhadap tanggapan Balai Wilayah Sungai...

Read out all