KOLTIM, NUANSA SULTRA – Kepolisian Resor Kolaka Timur (Polres Koltim) menggelar konferensi pers terkait pengungkapan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Polres Koltim pada Selasa (06/05/2025), dipimpin langsung oleh Kapolres Koltim AKBP Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K., M.H. didampingi Kasat Narkoba AKP Muh. Saleng, S.H.

 

Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi nomor LP/A/5/IV/2025/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES KOLAKA TIMUR/POLDA SULTRA tertanggal 23 April 2025. Dalam kasus ini, pelaku berinisial PS (28), warga Kelurahan Rate-Rate, Kecamatan Tirawuta, berhasil diamankan oleh petugas Satresnarkoba Polres Koltim.

 

Dalam keterangan Jumpa Pers, Kapolres Koltim, AKBP Tinton Yudha menjelaskan bahwa dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sebanyak 129 paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 44,4 gram. Barang bukti tersebut ditemukan dalam berbagai wadah, termasuk tas, dompet, dan kantong plastik, serta turut diamankan alat hisap sabu (bong), timbangan digital, plastik klip kosong, dan satu unit handphone.

 

Modus operandi yang digunakan PS adalah membeli sabu dalam jumlah besar, lalu mengemas ulang ke dalam paket-paket kecil untuk dijual kembali dengan harga bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp600.000 per paket. Tujuan dari modus ini adalah untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui peredaran ilegal narkotika.

 

Berdasarkan informasi dari masyarakat terkait maraknya transaksi narkoba di Kelurahan Tababu, Kecamatan Tirawuta, Polres Koltim melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, pada 23 April 2025 sekitar pukul 20.15 WITA, PS ditangkap di kediamannya dengan barang bukti sabu siap edar.

 

Dalam interogasi, PS mengakui bahwa sabu tersebut miliknya dan ia mendapatkannya dari seseorang bernama GURU, warga Kabupaten Kolaka. PS menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai perantara atau kurir yang bertugas menjual sabu milik GURU. Dari penjualan sebelumnya, PS pernah mendapat imbalan Rp2 juta.

 

Namun, pada pengambilan terakhir sebanyak 20 gram, barang tersebut belum sempat dijual karena keburu tertangkap. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan bahwa saudara GURU telah meninggal dunia di Kabupaten Kolaka, sehingga penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan ini masih terus didalami.

 

Atas perbuatannya, PS dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal dua puluh tahun.

 

Kapolres Koltim, AKBP Tinton Yudha menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Koltim dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

 

Laporan : Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Jangan Terjebak Dikotomi Teknokrat dan Non-Teknokrat : Saatnya Bicara Kompetensi, Bukan Latar Belakang

Oleh : H. Fajar Meronda, S.E., M.T  (Angkatan Muda Sulawesi Tenggara)   Nuansa Sultra – Wacana pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi...

Read out all

Midul Makati Nilai Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Adrie Yunus sebagai Ancaman bagi Demokrasi

Jakarta, Nuansa Sultra – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang...

Read out all

JPKPN Layangkan Sanggahan Keras ke BWS Sulawesi IV, Soroti Dugaan “Poles Permukaan” Proyek Irigasi Trimulya

Kendari, Nuansa Sultra – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN), Woroagi Agima, secara resmi menyampaikan surat sanggahan terhadap tanggapan Balai Wilayah Sungai...

Read out all

Ketua BK DPRD Koltim I Made Margi Tegaskan Status Husain Tanggapili Masih Dikaji Sesuai Tata Tertib

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kolaka Timur, I Made Margi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji status anggota DPRD,...

Read out all

JPKPN dan GSPI Sultra Dukung PPI Usut Dugaan Kongkalikong Limbah di Morosi hingga ke DPRD Konawe

Konawe, Nuansa Sultra – Dukungan terhadap upaya pengungkapan dugaan praktik bisnis limbah ilegal di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, terus menguat. Terbaru,...

Read out all

Proyek Rehabilitasi Irigasi Tersendat, Petani Empat Desa di Poli-Polia Terancam Gagal Tanam dan Kesulitan Bayar KUR.

Koltim, Nuansa Sultra – Beberapa bulan lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Andowengga menggelar musyawarah bersama pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat guna...

Read out all