Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah daerah (Pemda) Kolaka timur (Koltim) ,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan (PK)., Uris, S. Pd., Menjelaskan kepada Media nuansasultra.com., Rabu (21/01/2026) bahwa guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memiliki peluang untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah (KS) tingkat SD maupun SMP.

 

Ketentuan tersebut secara tegas diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai KS pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

 

Dalam regulasi tersebut, persyaratan bakal calon kepala sekolah mencakup kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma IV (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi terakreditasi, serta kepemilikan Sertifikat Pendidik. Selain itu, bagi guru berstatus PNS diwajibkan memiliki pangkat dan golongan ruang paling rendah Penata III/C.

 

Sementara itu, bagi guru berstatus PPPK, persyaratan utama sebagaimana diatur dalam Pasal 7 huruf D adalah memiliki jenjang jabatan paling rendah Guru Ahli Pertama, disertai pengalaman mengajar minimal delapan tahun. Uris menegaskan bahwa masa kerja tersebut tidak hanya dihitung sejak pengangkatan sebagai PPPK, tetapi juga sejak yang bersangkutan berstatus sebagai guru honorer.

 

Menurut Uris, banyak guru PPPK yang memiliki pengalaman kerja belasan hingga puluhan tahun sebelum diangkat secara resmi, sehingga secara regulasi tetap memenuhi syarat. Oleh karena itu, penugasan PPPK sebagai KS bukanlah kebijakan yang mengada-ada, melainkan telah memiliki dasar hukum yang kuat dan rasional sesuai kebutuhan daerah.

 

Selain persyaratan akademik dan masa kerja, calon kepala sekolah juga wajib memiliki hasil penilaian kinerja guru dengan predikat minimal β€œBaik” selama dua tahun terakhir. Guru yang pernah dijatuhi hukuman disiplin sedang atau berat secara otomatis tidak memenuhi syarat, sehingga aspek integritas dan profesionalisme tetap menjadi perhatian utama dalam seleksi.

 

Uris juga memaparkan kondisi faktual di beberapa wilayah terpencil, seperti Kecamatan Uesi, yang mengalami keterbatasan guru PNS berpangkat III/C. Dalam situasi tersebut, penugasan guru PPPK setempat sebagai kepala sekolah dinilai sebagai solusi strategis untuk menjaga mutu layanan pendidikan, mengingat tidak semua PNS bersedia ditempatkan di daerah yang jauh dari pusat wilayah.

 

Penunjukan kepala sekolah dari kalangan PPPK juga bersifat menyesuaikan masa kontrak kerja. Apabila kontrak PPPK berakhir, maka secara otomatis jabatan kepala sekolah turut berakhir. Selanjutnya, pemda akan mengevaluasi kembali dan mengusulkan penerbitan Surat Keputusan (SK) baru apabila yang bersangkutan dinilai layak dan masih dibutuhkan.

 

Uris menegaskan bahwa kebijakan ini berlandaskan prinsip rasionalitas dan pemerataan mutu pendidikan. Pemda pada prinsipnya tetap mengutamakan PNS sebagai kepala sekolah, namun dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan, penugasan PPPK menjadi langkah solutif agar sekolah tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan administratif maupun kualitas pendidikan di kemudian hari.

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Listyo Sigit Diberhentikan dengan Hormat, DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

Jakarta, Nuansa Sultra – DPR RI menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia...

Read out all

38 Gerai KDKMP Dibangun di Koltim, 19 Unit Telah Rampung

Koltim, Nuasa Sultra – Sebanyak 38 gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dibangun di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Dari jumlah tersebut,...

Read out all

Jelang Purna Bakti, Syafruddin Tinggalkan Catatan Pengabdian di Pendidikan Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Menjelang purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Drs. Syafruddin, M.Pd., meninggalkan sejumlah catatan pengabdian selama menjalankan tugas...

Read out all

34 Tahun Mengabdi, Maryono Purna Bakti dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Setelah sekitar 34 tahun mengabdi sebagai aparatur dan tenaga pendidik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kolaka Timur...

Read out all

20 Pelaku Usaha Pamerkan Produk Lokal Koltim dalam Pekan Produk Unggulan UMKM 2026

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menggelar Pekan Produk Unggulan UMKM Tahun 2026 untuk mendorong...

Read out all

Jika Gibran Tidak Memenuhi Syarat, Apakah Akan Berimbas Kepada Prabowo?

Oleh : Andre Darmawan Advokat/Ketua DPD KAI Sulawesi Tenggara Nuansa Sultra – Permohonan PHPU No 1/2026 yang diajukan oleh Prof. Denny Indrayana...

Read out all