KOLTIM, NUANSA SULTRA – Direktur RSUD Kolaka Timur, dr. Abdul Munir Abubakar, memberikan klarifikasi atas isu yang beredar terkait dugaan pemotongan insentif dokter dan jasa non-medis di lingkungan RSUD Koltim. Klarifikasi ini disampaikan langsung di ruang kerjanya, Rabu (20/08/2025). Ia menegaskan bahwa informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun tenaga kesehatan.

 

Dr. Munir menjelaskan bahwa insentif dokter spesialis yang disebut-sebut mengalami pemotongan, pada kenyataannya bukanlah pemotongan melainkan pengembalian sebagian jasa yang tidak sepenuhnya diterima karena jumlah kehadiran dokter tidak memenuhi satu bulan penuh.

 

“Hal ini terjadi di bulan pertama saat dokter baru masuk kerja, karena memang disitu ada transisi. Jadi, transisinya mereka masuk di akhir bulan sehingga tidak memenuhi satu bulan penuh untuk memberikan pelayanan yang pertama, bulan setelahnya itu tidak ada potongan karena mereka sudah memenuhi jumlah kehadiran Full,” Ujarnya.

 

Terkait isu pemotongan jasa medis untuk dokter maupun tenaga non-medis, dr. Munir juga membantah tudingan tersebut, bahwa informasi pemberitaan yang beredar itu tidak benar. Menurutnya, bahwa seluruh proses pembagian jasa medis telah dilakukan melalui mekanisme yang sah, mulai dari rapat internal dan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK).

 

“Semua bagian, baik manajemen maupun tenaga pelayanan langsung, memiliki proporsi masing-masing sesuai kesepakatan,” tegasnya.

 

Menanggapi soal potongan honorarium cleaning service. Dijelaskan bahwa RSUD Koltim menggunakan jasa pihak ketiga dalam penyediaan tenaga kebersihan. Gaji para pekerja cleaning service dibayarkan langsung oleh pihak ketiga, termasuk pemotongan sesuai regulasi seperti pajak dan biaya administrasi lainnya.

 

“Itu bukan potongan sepihak dari rumah sakit, tapi mekanisme resmi dari rekanan penyedia jasa,” ujarnya.

 

Sementara itu, isu mengenai sopir pribadi juga turut diluruskan. Munir menyampaikan bahwa sopir yang digunakannya tidak bekerja setiap hari karena masih berdomisili di Unaaha.

 

“Dia hanya sesekali mengantar saya ke Koltim dan kembali lagi. Tidak ada permasalahan terkait itu,” tambahnya.

 

Menjawab tudingan bahwa praktik ini telah berlangsung selama lima tahun, dr. Munir menyatakan hal tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa dirinya baru menjabat sejak tahun 2022 sampai tahun 2025, sehingga mustahil jika praktik tersebut, disebut telah terjadi selama kurun waktu kurang lebih lima tahun.

 

dr. Munir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan reviu terhadap sistem pembagian jasa medis. Hal ini dilakukan karena beberapa dokter baru belum sempat terlibat dalam rapat pembagian jasa awal tahun 2024

 

“Beberapa dokter baru yang masuk ini memang sebelumnya tidak terlibat didalam rapat untuk jasa medis yang pada awal tahun 2024 sehingga dilakukan reviu tahun ini dan sudah di sepakati besaran proporsi jasa masing masing mungkin itu dirasa lebih adil dari sekarang” Ungkapnya

 

Sebagai langkah penyelesaian, manajemen RSUD Koltim akan membawa persoalan ini ke Inspektorat, terutama soal pengembalian insentif bulan pertama. dr. Munir menegaskan bahwa ke depan akan dibuatkan SK baru untuk pembagian jasa medis agar semua berjalan sesuai aturan.

 

Ia juga berharap polemik ini tidak mengganggu pelayanan RSUD Koltim.

 

“Saya minta teman-teman tetap menjaga kondusivitas dan mengutamakan kepentingan masyarakat dan tentunya kita masih punya PR besar untuk menyelesaikan rumah sakit yang baru, mohon doa restunya agar kami terus didukung untuk bisa menyelesaikan dan berjalan sesuai dengan baik di dalam aturan yang ada,” pungkasnya.

 

Penulis : Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Porsi MBG Hari Sabtu Diduga Tak Tersalurkan Berbulan-Bulan di Iwoimenda, SPPG Belum Beri Penjelasan

Kolaka, Nuansa Sultra – Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Iwoimenda, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) dipertanyakan. Hasil penelusuran awak...

Read out all

Jelang Bupati Cup 1 2026, BPBD Koltim Turunkan Watertank Pastikan Lapangan Gunung Jaya Siap Digunakan

Koltim, Nuansa Sultra – Menjaga kondisi lapangan tetap prima di tengah musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim)...

Read out all

Waria Juga Warga Negara, Jangan Hanya Pandai Melarang, Pemimpin Harus Mampu Memberikan Jalan

Oleh : Asrianto Daranga, S.Ip (Jurnalistik Nuansa Sultra)  “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” Setiap menjelang 17 Agustus, bangsa Indonesia selalu berbicara tentang...

Read out all

Yosep Sahaka Buka Lomba HUT ke-81 RI, Jadikan Olahraga dan Seni Perekat Persatuan

Koltim, Nuansa Sultra – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) resmi dimulai. Plt. Bupati Koltim H. Yosep...

Read out all

Plt Bupati Koltim dan Kapolres Resmikan Jembatan Setia Produksi, Buka Akses Ekonomi Warga

Koltim, Nuansa Sultra – Jembatan Setia Produksi yang menghubungkan Kelurahan Ladongi Jaya dan Desa Iwoikondo, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), resmi...

Read out all

Asisten II Koltim Buka Desa Cantik 2026 Dorong Pembangunan Berbasis Data

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mendorong penguatan tata kelola data di tingkat desa agar kebijakan pembangunan lebih terukur...

Read out all