
- 0
- 646 words
Koltim, Nuansa Sultra – Menjelang purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Drs. Syafruddin, M.Pd., meninggalkan sejumlah catatan pengabdian selama menjalankan tugas di sektor pendidikan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara.
Syafruddin dijadwalkan memasuki masa purna bakti pada 1 Oktober 2026, setelah mengabdi sebagai ASN selama puluhan tahun. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Koltim, ia mulai dipercaya bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejak Desember 2023.
Ia kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebelum mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Koltim sejak 4 Juni 2024.
Selama menjalankan amanah tersebut, Syafruddin mengatakan berbagai program pendidikan dan kebudayaan dapat dilaksanakan melalui dukungan, kerja sama, dan koordinasi seluruh jajaran serta pemangku kepentingan.
Menurut dia, pelaksanaan program tidak hanya mengandalkan jajaran internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, satuan pendidikan, serta instansi terkait.
“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada seluruh jajaran yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas bantuan dan kerja sama yang baik sehingga saya dapat melaksanakan tanggung jawab, baik sebagai ASN maupun sebagai Plt. Kepala Dinas sampai pada titik akhir tugas saya,” kata Syafruddin.
Ia menyebut capaian selama menjalankan tugas tidak terlepas dari bimbingan pimpinan Pemerintah Kabupaten Koltim, mulai dari bupati, sekretaris daerah, para asisten, tenaga ahli, hingga dukungan pimpinan instansi vertikal dan organisasi perangkat daerah.
Kerja sama tersebut juga melibatkan pejabat struktural, pejabat fungsional, ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Di tingkat eksternal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Koltim juga membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, sejumlah lembaga teknis turut terlibat dalam mendukung program pendidikan dan kebudayaan, di antaranya BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dan Balai Kebudayaan Sulawesi Tenggara.
“Kalau berbicara masalah program, walaupun itu merupakan program turunan, kami bisa membangun kerja sama dengan pemerintah pusat. Kami juga berhasil berkolaborasi dengan kepala-kepala OPD yang ada di Kabupaten Kolaka Timur untuk membangun sektor pendidikan,” ujarnya.
Syafruddin mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan program pendidikan, terutama dalam pemenuhan program prioritas dan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.
Namun, ia menilai berbagai keterbatasan tersebut dapat dihadapi melalui kerja sama dan dukungan seluruh pihak.
“Saya akui secara sadar sebagai manusia biasa yang punya keterbatasan tidak akan bisa saya selesaikan. Namun, berkat kerja sama dengan semua stakeholder yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dukungan pemerintah daerah, apa yang berat tidak menjadi beban bagi saya untuk menyelesaikannya,” katanya.
Menjelang purna bakti, Syafruddin menyampaikan apresiasi kepada Bupati Koltim, Sekretaris Daerah, jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya.
Ia berharap kebersamaan yang telah terbangun selama ini tetap dipertahankan meski dirinya tidak lagi menjalankan tugas sebagai ASN.
“Saya berharap kebersamaan yang sudah kita bangun bersama tetap kita jaga. Jangan luntur dengan adanya perpisahan dan jangan luntur karena saya memasuki masa pensiun,” ujarnya.
Syafruddin juga berharap berbagai capaian yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Sementara program yang belum terealisasi, kata dia, dapat dilanjutkan dan disempurnakan oleh jajaran berikutnya.
Menurutnya, pembangunan pendidikan membutuhkan kesinambungan dan komitmen bersama agar setiap program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat bagi satuan pendidikan dan masyarakat.
Memasuki masa purna bakti, Syafruddin menegaskan dirinya tetap ingin memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
“Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mudah-mudahan kita semua tetap diberikan kekuatan dan kesehatan di masa purna bakti, bisa mengabdi untuk keluarga, agama, bangsa dan negara di mana saja kita berada,” katanya.
Setelah pensiun, Syafruddin mengatakan dirinya terbuka menjalani berbagai aktivitas, termasuk bertani maupun kegiatan lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang jelas, saya berharap masih tetap memberikan kontribusi kepada daerah dan negara kita,” kata Syafruddin.
Purna bakti pada 1 Oktober 2026 menjadi penanda berakhirnya masa tugas Syafruddin sebagai ASN. Namun, ia berharap semangat pengabdian, kebersamaan, dan keberlanjutan pembangunan pendidikan yang selama ini dibangun di Koltim tetap diteruskan oleh generasi berikutnya. (Adv)*
Penulis : Asrianto Daranga