Koltim, Nuansa Sultra – Setelah sekitar 34 tahun mengabdi sebagai aparatur dan tenaga pendidik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Maryono, S.Pd., M.E.Pd., memasuki masa purna bakti pada 1 Oktober 2026.

Maryono mengakhiri masa tugasnya setelah memasuki usia 60 tahun. Perjalanan kariernya dimulai sebagai guru sekolah dasar sebelum kemudian menjalani sejumlah penugasan di berbagai tempat.

Selain menjadi guru, Maryono juga pernah menjadi akademisi dan mengajar sebagai dosen selama sekitar tiga tahun. Setelah Kabupaten Kolaka Timur terbentuk, ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan daerah.

Dalam lima tahun terakhir, Maryono memimpin Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koltim. Ia mengatakan kondisi anggaran saat pertama menjabat masih terbatas.

“Ketika saya masuk pada 2021, anggaran kami sekitar Rp600 juta. Kemudian kami benahi secara bertahap agar pelayanan tetap berjalan,” kata Maryono.

Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak menghentikan upaya pembenahan pelayanan. Dinas yang dipimpinnya tetap menjalankan program di bidang perpustakaan dan kearsipan, termasuk memperbaiki tata kelola arsip daerah.

Maryono mengatakan pengelolaan arsip dinamis di sejumlah perangkat daerah juga mulai dibenahi. Selain itu, pihaknya mendorong pengembangan kerja sama dengan perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah.

“Yang sudah kami gagas dan letakkan selama ini tinggal dilanjutkan oleh pejabat berikutnya,” ujarnya.

Raih Capaian Tingkat Nasional

Maryono mengatakan salah satu capaian yang berkesan selama menjabat adalah keberhasilan perpustakaan desa binaan Koltim masuk dalam jajaran empat besar tingkat nasional.

Menurut dia, capaian tersebut mendapat apresiasi dari Perpustakaan Nasional. Pemerintah pusat kemudian memberikan dukungan berupa bantuan kendaraan untuk menunjang kegiatan perpustakaan.

“Perpustakaan desa binaan kami pernah masuk empat besar tingkat nasional. Dari sana kami mendapat dukungan dari pusat, termasuk bantuan kendaraan,” katanya.

Di bidang kearsipan, Maryono menyebut Koltim termasuk daerah di Sulawesi Tenggara yang relatif cepat menerapkan SRIKANDI atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi.

Sistem tersebut mulai dibentuk dan diterapkan pada 2023. Saat ini, SRIKANDI telah digunakan di sejumlah perangkat daerah untuk mendukung pengelolaan arsip secara digital.

Dorong Pembangunan Perpustakaan Daerah

Meski sejumlah program telah berjalan, Maryono mengakui masih terdapat pekerjaan yang perlu dilanjutkan. Salah satunya adalah pembangunan gedung perpustakaan daerah yang representatif.

Ia mengatakan fasilitas perpustakaan yang tersedia saat ini masih terbatas dan belum cukup untuk mendukung seluruh kebutuhan pelayanan masyarakat.

“Kita belum memiliki gedung perpustakaan daerah yang representatif. Ke depan, siapa pun yang memimpin harus memikirkan hal ini karena fasilitas yang ada sekarang belum cukup,” ujarnya.

Maryono menjelaskan, pihaknya beberapa kali mengusulkan pembangunan perpustakaan melalui program pemerintah pusat. Nilai pembangunan yang diusulkan mencapai sekitar Rp10 miliar hingga Rp13 miliar.

Namun, program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama terkait penyediaan lahan. Usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena persoalan kesiapan lahan dan kebijakan efisiensi anggaran.

“Dari pusat sudah ada peluang, tetapi daerah perlu menyiapkan dukungan, terutama lahan. Ini yang sampai sekarang masih menjadi kendala,” katanya.

Titip Program Kepada Penerus

Menjelang purna bakti, Maryono berharap program yang telah dirintis dapat dilanjutkan oleh pejabat yang meneruskan kepemimpinan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koltim.

Ia mengatakan program jangka pendek, menengah, dan panjang telah disusun sebagai arah pengembangan organisasi.

“Program sudah kami susun. Mudah-mudahan setelah saya purna bakti, penerus saya dapat melanjutkan apa yang sudah dirintis,” ujarnya.

Maryono juga berharap dukungan anggaran terhadap sektor perpustakaan dan kearsipan dapat diperkuat. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan pembiayaan.

“Program sudah terpola, tetapi kemajuan sebuah instansi juga ditopang oleh dukungan anggaran,” katanya.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koltim saat ini didukung sekitar 10 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) serta enam pegawai paruh waktu.

Maryono berharap para pegawai tersebut terus meningkatkan kinerja dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang dalam karier pemerintahan.

Setelah memasuki masa purna bakti, Maryono mengatakan dirinya akan kembali menjalani aktivitas di luar pemerintahan.

“Setelah pensiun, saya akan bertani,” ujarnya dengan senyum.

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

38 Gerai KDKMP Dibangun di Koltim, 19 Unit Telah Rampung

Koltim, Nuasa Sultra – Sebanyak 38 gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dibangun di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Dari jumlah tersebut,...

Read out all

Jelang Purna Bakti, Syafruddin Tinggalkan Catatan Pengabdian di Pendidikan Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Menjelang purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Drs. Syafruddin, M.Pd., meninggalkan sejumlah catatan pengabdian selama menjalankan tugas...

Read out all

20 Pelaku Usaha Pamerkan Produk Lokal Koltim dalam Pekan Produk Unggulan UMKM 2026

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menggelar Pekan Produk Unggulan UMKM Tahun 2026 untuk mendorong...

Read out all

Jika Gibran Tidak Memenuhi Syarat, Apakah Akan Berimbas Kepada Prabowo?

Oleh : Andre Darmawan Advokat/Ketua DPD KAI Sulawesi Tenggara Nuansa Sultra – Permohonan PHPU No 1/2026 yang diajukan oleh Prof. Denny Indrayana...

Read out all

Kriyanusa 2026 Hadirkan 410 Stan, Dekranasda Koltim Tampilkan Produk Kriya Daerah

Jakarta, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut ambil bagian dalam pameran nasional...

Read out all

Oknum Polisi Diduga Ejek Massa Saat Demo Hari Tani, Polda Bengkulu Dalami Video Viral

Bengkulu, Nuansa Sultra – Aksi demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Pada Kamis (24/9/2026), berujung kericuhan dan menjadi...

Read out all