
- 0
- 405 words
Makassar, Nuansa Sultra – Pengelolaan sampah di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) didorong tidak lagi sebatas persoalan lingkungan, tetapi menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat. Anggota DPRD Koltim, Dr. Irwansyah, berencana menghadirkan pengelola Bank Sampah Unit (BSU) Asoka V dari Kota Makassar untuk membina masyarakat Kab. Kolaka Timur.
Rencana itu mencuat setelah Irwansyah bersama sejumlah lurah dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) asal Koltim melakukan kunjungan koordinasi dan konsultasi ke Kantor Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Jongaya, Makassar. Selasa (22/09/2026)
Rombongan mempelajari langsung pengelolaan BSU Asoka V yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Unit tersebut dipimpin Faisal dan pernah meraih penghargaan tingkat regional hingga dinobatkan sebagai BSU Terbaik Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2023.
Salah satu program yang menarik perhatian rombongan ialah kerja sama BSU Asoka V dengan PT Pegadaian melalui konversi sampah menjadi tabungan emas.
Faisal mengatakan program tersebut telah memberikan nilai ekonomi dari aktivitas pemilahan sampah yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Sampai saat ini, dari pilah sampah yang konsisten, nasabah kami sudah mengumpulkan lebih dari 40 gram emas,” kata Faisal saat memaparkan program BSU Asoka V di Kantor Kecamatan Tamalate.
Irwansyah menilai model pengelolaan tersebut dapat diadaptasi di Koltim. Menurut dia, penanganan sampah perlu diarahkan dari pola kumpul, angkut, dan buang menjadi sistem yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyatakan siap mendatangkan Faisal ke Koltim untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman pengelolaan bank sampah kepada masyarakat.
“Apa yang telah dilakukan oleh BSU Asoka mesti diterapkan juga di Koltim. Sampah merupakan salah satu masalah besar di daerah kita. Kita akan datangkan Pak Faisal langsung ke Koltim,” ujar Irwansyah.
Irwansyah bahkan menyatakan kesediaannya menggunakan dana pribadi apabila belum tersedia anggaran pemerintah untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Meskipun tidak ada anggaran daerah, kami siap gelontorkan dana pribadi agar beliau bisa hadir membina masyarakat kita,” tegasnya.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari Lurah Rate-Rate, Hasrul, yang turut mengikuti kunjungan. Ia menawarkan wilayah Rate-Rate sebagai lokasi percontohan sekaligus tempat pelatihan pengelolaan bank sampah.
Hasrul mengatakan pembagian dukungan telah disepakati. Irwansyah akan menanggung biaya transportasi narasumber, sementara pihak Kelurahan Rate-Rate menyiapkan akomodasi dan kebutuhan operasional kegiatan.
“Nanti buat pelatihannya di Rate-Rate saja, kami sudah sepakat. Pak Irwansyah akan menanggung biaya transportasinya, sedangkan kami dari pihak Kelurahan Rate-Rate siap menanggung kebutuhan akomodasi dan operasional lainnya,” kata Hasrul.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal penerapan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Koltim. Selain mengurangi persoalan lingkungan, sampah yang dipilah dan dikelola diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Penulis : Asrianto Daranga