
KOLTIM, NUANSA SULTRA – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Timur, Ridwan, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan syarat pembayaran uang. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul adanya laporan dari sejumlah kepala desa terkait aksi penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Menurut penuturan Kadis, ia menerima informasi bahwa terdapat oknum tidak bertanggung jawab yang menghubungi sejumlah kepala desa (Kades) melalui pesan WhatsApp, menawarkan bantuan alsintan dengan meminta transfer uang ke rekening tertentu.
Modus penipuan ini bahkan menggunakan foto profil Kadis Pertanian agar tampak meyakinkan. Salah satu rekening yang digunakan oknum tersebut tercatat atas nama “Azam Mujapi” dengan nomor rekening BRI 4247-01-049182-50-0.
“Saya tegaskan, itu tidak benar dan merupakan modus penipuan yang mencatut nama saya. Kami tidak mengetahui siapa pelakunya dan ini murni aksi kriminal,” tegas Kadis dalam pernyataannya, Selasa (02/09/2025).
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Koltim langsung bergerak cepat dengan menyebarluaskan klarifikasi kepada para petugas penyuluh lapangan (PPL) dan kades melalui grup komunikasi resmi. Kadis juga secara langsung menghubungi beberapa kades yang sempat menerima pesan Whatsapp mencurigakan dari pelaku penipuan. Ia meminta agar semua pihak waspada dan tidak sembarangan menanggapi tawaran bantuan yang tidak melalui jalur resmi.
Sebagai langkah pencegahan, Kadis mengimbau kepada seluruh kepala desa, kelompok tani (poktan), dan gabungan kelompok tani (gapoktan) agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan bantuan dengan imbalan uang. Ia mengingatkan bahwa setiap proses bantuan harus melalui prosedur resmi dan tidak dipungut biaya apa pun.
Ia juga menekankan bahwa penyaluran bantuan alsintan di Kab. Koltim dilakukan secara transparan, diawali dengan pengajuan proposal resmi dari kelompok tani atau gapoktan.
“Meskipun tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan, kami selalu menjadikan data dari proposal sebagai dasar kebutuhan riil di lapangan,” jelas Kadis.
Terkait kemungkinan adanya korban yang telah terlanjur mentransfer uang kepada pelaku, Kadis meminta agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak dan membantu proses pengusutan pelaku penipuan.
Mengakhiri pernyataannya, Kadis mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani dan kepala desa Se-Koltim, agar tetap waspada dan tidak memfasilitasi oknum tidak dikenal yang mengatasnamakan Dinas Pertanian.
“Hingga saat ini, sudah ada lima kepala desa yang mengonfirmasi hal ini kepada saya. Untuk itu, mari kita saling menjaga dan jangan sampai menjadi korban,” pungkasnya.
Penulis : Asrianto Daranga.