KENDARI, NUANSA SULTRA – Puluhan massa yang tergabung dalam Konsorsium Lembaga Aktivis menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara, Senin (02/06/2025).

 

Aksi ini merupakan bentuk protes atas terbengkalainya proyek revitalisasi dan pengembangan Gedung Asrama Haji di Kota Kendari yang mangkrak sejak tahun 2021.

 

Dalam orasinya, Nur Asdal Lataege, salah satu perwakilan massa aksi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penyelesaian proyek tersebut. Ia menduga, terdapat indikasi tindak pidana korupsi yang menyebabkan proyek tersebut tidak kunjung rampung.

 

“Kami mempertanyakan alasan di balik mandeknya pembangunan ini. Sudah lebih dari tiga tahun, tapi tidak ada kejelasan,” tegasnya.

 

Senada dengan itu, Sarwan, SH, salah satu aktivis yang juga hadir dalam aksi, membeberkan hasil investigasi lapangannya. Ia menyebut bahwa kondisi bangunan asrama haji saat ini sangat memprihatinkan. Beberapa tiang bangunan terlihat mulai patah, dan sejumlah item pekerjaan lainnya mengalami kerusakan. Di bagian samping dan belakang gedung, semak belukar tumbuh liar dan mempercepat kerusakan struktur bangunan.

 

“Ini jelas menunjukkan bahwa pihak Kanwil Kemenag tidak memiliki itikad baik dalam merawat bangunan tersebut. Jika ada perawatan berkala, kerusakan seperti ini tidak akan terjadi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa bangunan yang dibiarkan begitu saja mencerminkan pemborosan anggaran negara dan lemahnya pengawasan dari instansi terkait.

 

Sarwan juga menyoroti pernyataan pihak Kanwil Kemenag yang menyebut bahwa kasus proyek revitalisasi asrama haji kini sedang dalam proses penanganan di Polda Sultra. Ia menilai pernyataan tersebut justru terkesan menggiring opini publik agar kasus ini dianggap selesai tanpa penyelidikan lebih lanjut, terutama jika nantinya diputuskan untuk dihentikan atau tidak ditemukan unsur kerugian negara.

 

Ironisnya, kata Sarwan, hingga kini belum ada kejelasan terkait besaran nilai pembayaran proyek yang telah dilakukan berdasarkan volume pekerjaan aktual di lapangan. Ia juga mempertanyakan alasan di balik pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebanyak tiga kali selama proses pembangunan berlangsung.

 

“Kan janggal, masa satu proyek bisa sampai tiga kali ganti PPK. Ini perlu ditelusuri lebih dalam,” tegasnya.

 

Dalam perspektif hukum, Sarwan menjelaskan bahwa korupsi tidak hanya dilihat dari selisih volume pekerjaan atau nilai uang yang hilang, tetapi juga mencakup aspek mutu pekerjaan dan kualitas material bangunan yang digunakan. Ia mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada kerugian finansial, tetapi juga pada kerugian teknis dan fungsional dari hasil proyek.

 

Sebagai bentuk komitmen, Sarwan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa gerakan mereka bukan sekadar aksi protes sesaat, melainkan bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara dan tanggung jawab institusi publik.

 

“Kami akan kembali turun aksi setelah lebaran, untuk menekan penegak hukum agar serius mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek ini. Kami tidak akan diam sampai ada kejelasan hukum,” pungkas Sarwan.

 

Laporan Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Gubernur Sultra Serahkan Remisi HUT RI ke-81, 1.943 Warga Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

Kendari, Nuansa Sultra – Sebanyak 1.943 narapidana dan Anak Binaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima remisi dan pengurangan masa pidana dalam rangka...

Read out all

Polres Koltim Menang Telak 3-0 atas Pemda Koltim dalam Laga Voli HUT RI ke-81

Koltim, Nuansa Sultra – Tim bola voli putra Polres Kolaka Timur (Koltim) tampil dominan dengan mengalahkan tim Pemerintah Daerah (Pemda) Koltim yang...

Read out all

Hartanto Boechori Beri Apresiasi untuk Haedar Nashir, PJI Dorong Pers Berintegritas

Tangsel, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori hadir langsung dalam acara penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada...

Read out all

Bupati Yosep Sahaka Pimpin Pengibaran Sang Merah Putih, HUT ke-81 RI di Koltim Berlangsung Sukses

Koltim, Nuansa Sultra – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., memimpin Upacara Pengibaran Sang Merah Putih...

Read out all

Putra-Putri Terbaik Koltim Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81, Ini Daftar Nama Paskibraka yang Bertugas pada Upacara Pagi

Koltim, Nuansa Sultra – Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten...

Read out all

Jelang Detik-Detik Kemerdekaan, Gubernur Sultra dan Forkopimda Kenang 66 Pejuang dan 6 Tentara Rakyat

Kendari, Nuansa Sultra – Dalam suasana hening tanpa cahaya, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka bersama jajaran Forum Koordinasi...

Read out all