
- 0
- 428 words
Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terus memetakan kondisi olahraga masyarakat melalui Survei Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) di beberapa desa di Kab. Kolaka Timur.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan program olahraga yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Kepala Desa Tongandiu, Basran, A.Md., saat membuka kegiatan di Aula Pemdes Tongandiu, menjelaskan bahwa pengukuran IPO melibatkan responden untuk memperoleh data mengenai kondisi keolahragaan, mulai dari partisipasi masyarakat, sarana dan prasarana, hingga pembinaan prestasi olahraga.
Menurut basran, hasil pengukuran diharapkan menghasilkan data yang valid sebagai dasar bagi Pemdes Tongandiu dan pihak terkait dalam menyusun kebijakan olahraga yang tepat guna dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh masyarakat Tongandiu untuk mendukung kegiatan tersebut agar proses pengukuran berjalan lancar, akurat, dan sesuai sasaran, sekaligus mendorong kemajuan olahraga hingga tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Koltim, Muhammad Alfian Karim, S.Sos., M.M., mengatakan IPO dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pembangunan olahraga di tingkat masyarakat. Survei mencakup literasi fisik, partisipasi olahraga, perkembangan personal, kesehatan, kemampuan ekonomi olahraga, hingga tingkat kebugaran.
Menurut Alfian, hasil survei yang nantinya diolah dan dirilis Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) diharapkan menjadi baseline bagi pemerintah daerah. Data tersebut akan digunakan untuk menentukan prioritas pembangunan, termasuk sarana dan prasarana olahraga, kegiatan olahraga masyarakat, pembinaan komunitas, serta program peningkatan kebugaran.
โDengan mengetahui kondisi masing-masing desa atau kelurahan, program yang disusun tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data serta kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan,โ kata Alfian.
Survei sebelumnya telah dilaksanakan beberapa hari lalu di Ds. Tokai, Ds. Tawa-Tawaro, dan Ds. Tongandiu. Alfian menyebut hasil dari tiga wilayah tersebut masih menjadi gambaran awal karena survei akan dilanjutkan di enam desa atau kelurahan lainnya menggunakan metode round-down sampling.
“Data dari seluruh lokasi nantinya akan dianalisis dan dibandingkan untuk menggambarkan kondisi olahraga Kolaka Timur secara lebih menyeluruh” Ujarnya
Selain partisipasi olahraga dan ketersediaan sarana prasarana, IPO mengukur kebiasaan hidup aktif serta tingkat kebugaran masyarakat. Pengukuran kebugaran personal dilakukan melalui Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengetahui VOโmax yang berkaitan dengan kemampuan paru-paru dan kardiovaskular.
Alfian berharap kegiatan ini mendorong masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya aktivitas fisik, pola hidup sehat, dan tidak merokok. Ia juga mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang sekurang-kurangnya 150 menit setiap minggu, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga.
Setelah seluruh data terkumpul, Dispora Koltim akan mengolahnya menjadi bahan penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi program olahraga. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat budaya olahraga sekaligus mewujudkan masyarakat Koltim yang sehat, aktif, bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Penulis : Asrianto Daranga