
KOLTIM, NUANSA SULTRA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) bekerja sama dengan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 12 kecamatan Se- Koltim, Serentak seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung Sabtu Pagi, (30/08/2025).
Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah dipusatkan di Kompleks UMKM, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Acara yang dihadiri oleh Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., Ketua DPRD, Hj. Jumhani, S.Pd., M.Pd, Pj. Sekda Koltim La Fala, S.E, Jajaran TNI/Polri serta sejumlah pimpinan OPD dan Camat tirawuta. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah dalam membantu warga melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Plt. Bupati, Yosep Sahaka, menyampaikan bahwa program GPM merupakan bagian dari dukungan Pemda Koltim terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 12 kecamatan untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Koltim dapat memperoleh harga pangan yang stabil.
“Alhamdulillah, untuk komoditas beras, kami telah menyalurkan sekitar 19,7 ton beras, dan Bulog juga menyiapkan 2 ton beras di setiap kecamatan. Ini adalah langkah nyata untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” ujar Yosep Sahaka dalam sambutannya.
Sebagai upaya untuk memastikan kestabilan harga pangan, Plt. Bupati menambahkan bahwa Bulog telah memastikan ketersediaan stok beras di gudang mereka mencapai 2.100 ton. Dengan begitu, Pemda Koltim berharap pasokan beras akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengendalikan inflasi di daerah.
Selain itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Koltim, Dr. Ir. Idarwaty, MM, juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai program Gerakan pangan murah Menurutnya, dengan adanya kerjasama antara Bulog, Polri, dan TNI, pihaknya yakin dapat mengendalikan distribusi beras sehingga harga tetap terjaga.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan pengawasan agar harga tetap stabil. Kami juga membatasi pembelian beras per orang sebanyak 2 Karung untuk mencegah penimbunan,” jelas Idarwaty.
Sebagai langkah lanjutan, Idarwaty berharap agar masyarakat tetap bisa mengakses beras dengan harga yang wajar hingga masa panen tiba. Pihaknya juga mengimbau agar pengambilan beras dilakukan secara bertahap di kios-kios pangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kestabilan harga pangan, khususnya beras, dapat terjaga dalam jangka panjang.
Penulis : Asrianto Daranga.