
Koltim, Nuansa Sultra – Penginputan aplikasi Simonela dan E-Pengendalian dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu (11/02/2026) hingga Kamis, di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Setda Koltim, Irmansyah, S.E., M.A.P., menjelaskan di ruang kerjanya bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi produk digital pemerintah daerah dalam mendukung sistem pelaporan pembangunan berbasis elektronik.
Ia menegaskan bahwa Simonela merupakan inovasi Pemda Koltim melalui Bagian Administrasi Pembangunan. Terdapat dua produk yang dimiliki, yakni Simonela dan E-Pengendalian. Simonela merupakan singkatan dari Sistem Informasi Monitoring Evaluasi Lapangan yang dikhususkan untuk pelaksanaan pekerjaan fisik konstruksi di seluruh Kabupaten Koltim pada tahun anggaran berjalan, termasuk tahun 2026. Sedangkan E-pengendalian merupakan sistem informasi pelaporan realisasi anggaran APBD Kabupaten Koltim tahun anggaran berjalan
Seluruh perangkat daerah yang melaksanakan program kegiatan fisik dan konstruksi serta realisasi anggaran, diwajibkan melaporkan melalui aplikasi Simonela dan E-pengendalian sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2023. Kebijakan ini merupakan implementasi regulasi pusat terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), sehingga penerapannya menjadi bagian dari kewajiban administratif secara digital.
Penerapan Simonela dan E-pengendalian merupakan wujud nyata pembangunan Plt. Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, S.Pd, M.Pd.,dan Sekretaris Daerah, Rismanto Runda, S.Sos, M.M., dalam hal mewujudkan tata kelola pemerintahan good government dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), Sistem informasi ini telah berjalan kurang lebih tiga tahun dan secara khusus telah dimanfaatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab koltim yang melaksanakan pekerjaan fisik/konstruksi dan realisasi anggaran dimana nantinya bermanfaat sebagai database, arsip dan dokumentasi kinerja OPD itu sendiri.
Hal ini sejalan dengan Esensi utama Simonela dan E-pengendalian saat dibuat adalah membangun basis data (database) pembangunan daerah yang terdokumentasi secara sistematis dari tahun ke tahun. Dengan sistem ini, seluruh riwayat pembangunan fisik/konstruksi di Koltim dapat terarsip dan terdokumentasi dengan baik untuk kepentingan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi di masa mendatang.
Terkait kendala, Irmansyah menyampaikan bahwa pada awal penerapan terdapat tantangan adaptasi, terutama pada aspek sumber daya manusia serta keterbatasan anggaran karena aplikasi ini merupakan produk baru. Namun dalam dua tahun terakhir, seluruh OPD dinilai telah memahami pentingnya ketepatan waktu dan kelengkapan substansi laporan. Hingga kini, hampir 100 persen OPD telah melakukan penginputan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak perubahan nomenklatur dari Bagian Pembangunan menjadi Bagian Administrasi Pembangunan, terjadi perubahan signifikan pada tugas pokok dan fungsi organisasi. Jika sebelumnya terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pengawasan pembangunan fisik/konstruksi, kini perannya berfokus pada tata kelola administrasi dan pelaporan pembangunan daerah. Saat ini, seluruh proses pelaporan telah sepenuhnya berbasis digital sebagai bagian dari tuntutan pelayanan publik di era modern.
Laporan yang dihimpun melalui Simonela dan E-Pengendalian dimanfaatkan untuk kebutuhan perencanaan, pertanggungjawaban kinerja kepada pimpinan dan publik, serta penyediaan database pembangunan daerah.
Dari sisi kualitas, pemerintah daerah mengakui masih terdapat hal yang perlu disempurnakan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan, Bagian Administrasi Pembangunan berencana memparipurnakan aplikasi yang saat ini masih berbasis daring menjadi versi Android yang dapat dikonsumsi publik melalui Play Store.
Langkah ini diharapkan memperluas akses masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memantau pembangunan secara digital sebagai wujud transparansi dan keseriusan pemerintah daerah dalam menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Terakhir, ia mengajak seluruh stakeholder untuk terus berinovasi demi meningkatkan daya saing daerah. Simonela dan E-Pengendalian disebut sebagai inovasi daerah bidang monitoring fisik/konstruksi berbasis digital kali pertama di Sultra yang lahir dari Kab. Koltim, hal ini telah menarik perhatian sejumlah daerah, seperti Kabupaten Muna, Kolaka, dan kota Kendari serta pihak Pemprov Sultra, yang datang untuk studi tiru. Pemerintah daerah berharap inovasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Adv) *
Penulis : Asrianto Daranga