Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mulai menyiapkan langkah strategis berbasis inovasi dan teknologi usai mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Program tersebut diarahkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong Koltim menjadi salah satu sentra pangan di kawasan Indonesia Timur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Koltim, Dr. Ir. Idarwati, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (02/07/2026). Menurutnya, berbagai inovasi yang diperoleh selama mengikuti PENAS akan diadopsi dan disesuaikan dengan potensi daerah agar memberikan manfaat nyata bagi petani, nelayan, kelompok wanita tani, pelaku UMKM, serta masyarakat secara luas.

Idarwati menjelaskan bahwa PENAS XVII mengusung tema “Transformasi Teknologi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.” Tema ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan sektor pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

“PENAS bukan sekadar hanya pertemuan petani dan nelayan, tetapi menjadi wadah berbagi inovasi, teknologi, serta pengalaman yang dapat diterapkan di daerah. Dari kegiatan itu kami memperoleh banyak referensi untuk memperkuat pembangunan sektor pangan di Kolaka Timur,” ujar Idarwati.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah hadirnya varietas padi unggul berproduktivitas tinggi yang mampu menghasilkan hingga 10–12 ton per hektare. Selain itu, terdapat sistem greenhouse modern berbasis komputer yang mampu mengatur suhu, kelembapan, nutrisi, hingga penyiraman tanaman secara otomatis sehingga menghasilkan bibit hortikultura yang lebih berkualitas.

Menurutnya, Kolaka Timur memiliki sejumlah greenhouse yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana mengaktifkan kembali fasilitas tersebut dengan menerapkan teknologi modern agar menjadi pusat pembibitan sayuran dan hortikultura bagi para petani.

“Kita tinggal mengadakan sistem teknologinya, kemudian greenhouse yang ada kita fungsikan sebagai pusat pembibitan. Petani tidak lagi kesulitan mencari bibit karena semuanya disiapkan oleh kelompok tani yang mengelolanya,” jelasnya.

Program tersebut dirancang untuk dikembangkan di sejumlah kecamatan seperti Tirawuta, Aere, Lambandia, Mowewe, dan wilayah lainnya. Kelompok tani, kelompok wanita tani, serta taruna tani akan menjadi mitra utama dalam memproduksi dan mendistribusikan bibit kepada masyarakat sehingga kebutuhan benih dapat dipenuhi dari dalam daerah.

Idarwati optimistis bahwa apabila seluruh greenhouse dapat dimanfaatkan secara maksimal, Koltim berpeluang menjadi pusat penyedia bibit hortikultura sekaligus pemasok sayuran bagi kawasan Indonesia Timur.

“Saya optimistis Kolaka Timur bisa menjadi dapurnya Indonesia Timur. Potensi lahan kita sangat besar, tinggal bagaimana memanfaatkan teknologi agar produksi terus meningkat,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan bibit yang berkesinambungan akan memperkuat produksi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, untuk mewujudkan program tersebut, Dinas Ketapang juga berencana membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

Pengalaman studi lapangan di Sulawesi Barat menunjukkan bahwa pengembangan greenhouse modern mampu berjalan baik melalui dukungan teknologi, pelatihan sumber daya manusia, serta kemitraan dengan dunia usaha. Model kerja sama serupa akan diupayakan melalui penyusunan proposal dan kolaborasi lintas sektor.

Selain pengembangan greenhouse, Dinas Ketapang juga akan mengadopsi konsep rumah pangan terpadu yang dipamerkan pada PENAS Ke-17. Model tersebut mengintegrasikan budidaya tanaman, peternakan, perikanan, serta padi dalam satu kawasan dengan memanfaatkan teknologi sirkulasi air sehingga lebih efisien, ramah lingkungan, dan produktif.

Menurut Idarwati, konsep tersebut sangat relevan diterapkan di desa-desa karena mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan inflasi pangan, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penyediaan pangan bergizi.

Di sisi hilir, Dinas Ketapang juga akan memperkuat pengolahan hasil pertanian melalui pengembangan UMKM. Saat ini, sekitar 40 UMKM telah dibina untuk mengolah berbagai komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah, mulai dari telur, pisang, ubi, hingga aneka pangan olahan lainnya.

Ia menambahkan bahwa komoditas unggulan seperti kakao dan beras juga harus mulai diolah menjadi produk jadi, bukan hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.

“Jangan lagi kita hanya menjual bahan baku. Kakao harus bisa menjadi tepung, pasta, dan produk olahan lainnya. Begitu juga beras, harus memiliki nilai tambah agar pendapatan petani semakin meningkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Idarwati menegaskan bahwa Dinas Ketapang memiliki empat fokus utama, yaitu menjaga ketersediaan pangan, memperkuat distribusi pangan, menjamin keamanan pangan, serta meningkatkan pemanfaatan pangan melalui pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

“Memberikan edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar terhindar dari pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, pemutih, maupun residu kimia pada produk pangan,” Tegas idarwati

Menutup keterangannya, Idarwati berharap seluruh inovasi dan teknologi yang diperoleh selama mengikuti PENAS XVII dapat segera diimplementasikan di Kab. Kolaka Timur melalui sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), petani, pelaku usaha, perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama Dinas Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Ketapang, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) di setiap kecamatan dan desa sebagai ujung tombak pembangunan pertanian.

“Dengan adanya PENAS XVII ini, berharap seluruh OPD terkait semakin memperkuat kolaborasi. Dinas teknis harus mampu mengimplementasikan berbagai inovasi di lapangan dengan memberdayakan seluruh sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang kita miliki, terutama para Ketua Kelompok Tani Andalan di setiap kecamatan dan desa. Saya yakin, jika semua bergerak bersama, Kolaka timur akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Idarwati.

Ia optimistis Koltim akan semakin kokoh sebagai salah satu sentra pangan nasional yang mampu mendukung ketahanan pangan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Target kami adalah mewujudkan Kolaka Timur sebagai daerah swasembada pangan yang mandiri, modern, dan berdaya saing. Dengan dukungan teknologi dan semangat gotong royong, kami optimistis cita-cita itu dapat diwujudkan,” Tutup idarwati (Adv) *

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Paripurna Pengusulan Bupati Definitif Koltim Kembali Gagal Kuorum, NasDem : Hormati Sikap Politik Setiap Fraksi

Koltim, Nuansa Sultra – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dengan agenda pengusulan dan pengangkatan bupati definitif kembali batal dilaksanakan setelah...

Read out all

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemerintah dan Warga Welala Swadaya Perbaiki Jalan Berlubang

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kelurahan Welala bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Kolaka Timur. Pemerintah Kecamatan Ladongi, Lembaga...

Read out all

Plt. Bupati Koltim Tinjau Jembatan Peroa, Pembangunan Ditargetkan Rampung 2027

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan konektivitas dan perekonomian...

Read out all

Bahtra Banong dan Yosep Sahaka Dorong Literasi Pertanahan Melalui Sosialisasi Program Strategis ATR/BPN di Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Plt. Bupati Kolaka Timur (Koltim), H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., mengajak masyarakat meningkatkan literasi pertanahan guna memperkuat kepastian...

Read out all

Hijrahwati Yosep Sahaka Pimpin Dekranasda Koltim Promosikan Kain Tenun Sorume di Ajang Nasional Dekranas

Makassar, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Koltim mengikuti rangkaian peringatan Hari...

Read out all

Hartini Azis dan Irwansyah Kompak : Jumhani Dinilai Tak Taat Partai, Terancam Dievaluasi Sesuai Aturan NasDem

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Hartini Azis, menegaskan bahwa Ketua DPRD Koltim sekaligus kader Partai...

Read out all