
Kendari, Nuansa Sultra – Dalam suasana hening tanpa cahaya, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenang jasa para pahlawan melalui Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kota Kendari.
Apel digelar tepat pada pukul 00.00 WITA, Minggu (16/8/2026), sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Suasana khidmat terasa ketika seluruh lampu di kawasan TMP dipadamkan. Dalam gelap dan keheningan malam, peserta mengikuti pembacaan naskah renungan yang mengingatkan kembali pengorbanan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Komandan Korem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait.
TMP Watubangga menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi 66 pejuang dan enam tentara rakyat yang telah gugur dalam perjuangan bangsa.
Keheningan malam di TMP semakin terasa saat rangkaian renungan berlangsung. Pemadaman lampu menjadi simbol penghormatan terhadap mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
Rangkaian apel kemudian ditutup dengan penyalaan lilin di pusara para pahlawan. Nyala lilin tersebut menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dan pengabdian para pahlawan tidak boleh padam meski zaman terus berubah.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen generasi penerus dalam menghargai sejarah serta mengisi kemerdekaan melalui pengabdian dan karya nyata.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menjelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang diperingati setiap tahun sebagai pengingat atas lahirnya bangsa Indonesia yang merdeka.
Laporan : Asrianto Daranga.