
- 0
- 442 words
Koltim, Nuansa Sultra – RSUD Kabupaten Kolaka Timur meraih peringkat kedua dalam kategori rumah sakit umum daerah (RSUD) kelas D pada penilaian BPJS Kesehatan tingkat regional Sulawesi dan Maluku. Capaian tersebut didukung pemenuhan indikator pelayanan, kemudahan akses bagi pasien, serta komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Direktur RSUD Kolaka Timur, Dr. Munir Abubakar, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut sebelumnya meraih peringkat pertama pada penilaian BPJS Kesehatan tingkat cabang Kendari sebelum melaju ke tingkat regional Sulawesi dan Maluku.
Hal itu disampaikan Munir saat diwawancarai Nuansa Sultra di ruang kerjanya, lantai dua RSUD Kolaka Timur, Selasa (27/10/2026).
Menurut Munir, penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator yang berkaitan dengan pemenuhan janji layanan kepada peserta BPJS Kesehatan, termasuk kemudahan akses, kecepatan pelayanan, serta pemerataan layanan tanpa diskriminasi.
“Indikator yang dinilai antara lain kemudahan akses pelayanan, kecepatan layanan, serta komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Ia mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi manajemen RSUD Kolaka Timur untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, terutama melalui optimalisasi sistem digitalisasi dan pembenahan prosedur layanan pasien.
Munir menyebut, upaya peningkatan kualitas pelayanan dilakukan sejak pasien mendaftar hingga menerima obat atau menyelesaikan proses perawatan. Rumah sakit juga berupaya memastikan dokter spesialis memberikan pelayanan sesuai jadwal.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta BPJS Kesehatan untuk membantu pengurusan kepesertaan bayi yang baru lahir.
Melalui koordinasi tersebut, petugas rumah sakit berupaya mempercepat pengaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi bayi yang memenuhi ketentuan, sehingga dapat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan ketika membutuhkan perawatan lanjutan.
“Ketika ada persalinan di rumah sakit, petugas langsung berkoordinasi dengan Disdukcapil dan BPJS Kesehatan agar kepesertaan bayi dapat segera diproses. Dengan begitu, jika bayi membutuhkan perawatan, akses terhadap jaminan kesehatan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Meski demikian, Munir mengakui pelayanan rumah sakit masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam penerapan sistem digitalisasi.
Menurut dia, sistem manajemen informasi rumah sakit (SIMRS) yang digunakan saat ini masih perlu dioptimalkan agar proses pelayanan berjalan lebih efektif dan efisien.
“Kami menyadari pelayanan belum sepenuhnya sempurna. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah optimalisasi sistem digitalisasi. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan juga akan dilakukan seiring rencana pengembangan rumah sakit baru, baik dari sisi infrastruktur, perangkat teknologi, maupun sumber daya manusia yang mendukung pelayanan.
Selain pembenahan sistem, manajemen RSUD Kolaka Timur akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kendala pelayanan, termasuk penanganan dan tindak lanjut pengaduan pasien.
Munir berharap, evaluasi dan peningkatan kualitas layanan tersebut dapat mempertahankan capaian yang diraih sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Kolaka Timur.
“Kami akan terus mengevaluasi kendala yang ada dan memaksimalkan tindak lanjut pengaduan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tutupnya.
Penulis : Asrianto Daranga