
- 0
- 235 words
Koltim, Nuansa Sultra – Pertandingan perebutan tiket babak delapan besar Bupati Cup II Kolaka Timur (Koltim) antara Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Poli-Polia di Lapangan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia, Kamis (27/8/2026), berlangsung sengit hingga berujung kericuhan.
Kericuhan terjadi ketika Poli-Polia masih unggul 3-2 dan pertandingan memasuki tahap yang sangat menentukan. Sejumlah pendukung dari kedua kubu masing-masing masuk ke area lapangan untuk membela dan memprotes keputusan salah satu wasit.
Situasi kemudian memanas setelah sebagian pendukung menilai keputusan wasit merugikan tim mereka. Aksi saling kejar sempat terjadi sebelum aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri bersama panitia bergerak cepat ke tengah lapangan untuk mengendalikan situasi dan mencegah kericuhan meluas.
Saksi, Billy, mengatakan kericuhan dipicu keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Kecamatan Ladongi. Keputusan itu mendapat keberatan dari pihak Poli-Polia karena penalti berpotensi mengubah skor menjadi 3-3 dan memengaruhi peluang tim tersebut untuk lolos ke babak delapan besar.
“Waktu skor 3-2, tiba-tiba Ladongi dapat penalti. Pihak Poli-Polia tidak terima, akhirnya manajer dan beberapa penonton masuk ke lapangan,” kata Billy.
Menurutnya, keputusan penalti menjadi krusial karena hasil pertandingan menentukan posisi kedua tim dalam persaingan menuju babak delapan besar.
“Karena kalau jadi tiga sama, Poli-Polia tidak lolos delapan besar,” ujarnya.
Penalti tersebut tidak sempat dilaksanakan karena pertandingan terhenti setelah kericuhan terjadi. Skor sementara tetap 3-2 untuk keunggulan Poli-Polia.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan penghentian pertandingan maupun status keputusan wasit terkait hadiah penalti tersebut.
Laporan : Redaksi