KOLTIM, NUANSA SULTRA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) selama tiga hari, mulai Senin (01/12) hingga Rabu tahun 2025, yang dipusatkan di Aula Pemda Koltim. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah dalam menghadapi perkembangan pendidikan nasional.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Koltim, Drs. Syafruddin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan Kepada Media nuansasultra.com., Pada Kamis (04/12/2025) di ruang Kantor Kerjanya. Bahwa pelaksanaan PKB memanfaatkan anggaran daerah yang telah direncanakan dalam Rencana Kerja (RK) tahun 2025. Program ini disusun untuk memperkuat kompetensi pendidik pada setiap satuan pendidikan di Kolaka Timur.

 

Syafruddin menegaskan bahwa peningkatan standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru menjadi hal penting dalam menjawab tuntutan kebijakan pendidikan nasional. Oleh karena itu, PKB dirancang secara terencana dan berkelanjutan agar dapat menyesuaikan kebutuhan guru di lapangan dan mendukung pengembangan karier serta penilaian kinerja guru.

 

Menurutnya, PKB diharapkan mampu mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi profesional secara terus-menerus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyebut empat tujuan utama program ini, yakni meningkatkan kompetensi pendidik, memperkuat profesionalisme guru, mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional, dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat.

 

Syafruddin mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan diri. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing demi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kolaka Timur.

 

Sementara itu, Kepala Seksi PTK Pendidikan Dasar, Soleha Udin S., S.ST., M.P.W.K, selaku pemateri menjelaskan bahwa PKB tidak hanya membahas kompetensi guru, tetapi juga penyesuaian terhadap regulasi pendidikan terbaru. Ia menekankan perlunya kesamaan persepsi antar kepala sekolah untuk memastikan kebijakan pusat dapat diterjemahkan dengan tepat pada tingkat satuan pendidikan.

 

Soleha menambahkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin yang bertugas menerapkan kebijakan dari tingkat pusat hingga lokal. Oleh karena itu, pemahaman yang seragam mengenai aturan baru menjadi kunci keberhasilan implementasi program pendidikan.

 

Materi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan mencakup pengelolaan keuangan sekolah, manajerial kepemimpinan, penyusunan kurikulum, serta pengembangan kompetensi fungsional guru. Seluruh materi ini dirancang agar kepala sekolah mampu meningkatkan kedisiplinan, kapasitas guru, dan tata kelola sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Terkait evaluasi program, Soleha menyampaikan bahwa penilaian baru dapat dilakukan setelah peserta menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing. Evaluasi akan difokuskan pada perubahan disiplin kerja, penerapan sekolah inklusif, serta penyesuaian kurikulum terutama pada muatan lokal yang telah diperbarui.

 

Ia menjelaskan bahwa evaluasi kurikulum baru dapat dilakukan pada tahun berikutnya setelah implementasi berjalan optimal. Penilaian tersebut penting untuk melihat sejauh mana sekolah mampu menerapkan kurikulum hasil revisi, termasuk integrasi muatan lokal yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

 

Dalam pelaksanaan PKB, tantangan utama bukan terletak pada pemahaman peserta, melainkan pada konsistensi penerapan di lapangan. Soleha menilai bahwa kepala sekolah telah memahami materi, namun pendampingan tetap diperlukan untuk memastikan perubahan kinerja dan kualitas pembelajaran.

 

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan bekerja sama dengan pengawas sekolah dalam melakukan pendampingan rutin. Pendampingan tersebut dilakukan setiap bulan dan bertujuan memastikan seluruh sekolah memperoleh arahan teknis yang sesuai dengan bidang masing-masing.

 

Fokus pendampingan juga diarahkan pada penyempurnaan kurikulum, khususnya terkait penguatan kurikulum bahasa daerah. Dinas Pendidikan menargetkan agar kurikulum tersebut dapat disusun dan diterapkan sesuai kebutuhan lokal sehingga menjadi nilai tambah dalam pengembangan karakter dan identitas daerah.

 

Kegiatan PKB diikuti oleh 140 peserta Kepala Sekolah jenjang SD dan 41 peserta Kepala sekolah jenjang SMP. Dinas Pendidikan berharap, meskipun pelatihan berfokus pada kepala sekolah, materi yang diperoleh dapat diimbaskan kepada seluruh guru. Dengan demikian, semua pendidik dapat memahami kebijakan terbaru dan bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kolaka Timur.

 

Penulis : Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Bupati DPD LSM LIRA Koltim Desak Kejari Kolaka Tuntaskan Dugaan Korupsi Kades Peatoa

Koltim, Nuansa Sultra – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka...

Read out all

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Respons Kelakuan Hotman Paris

DEGRADASI VERBAL TERHADAP MARWAH PROFESI JURNALIS DAN MANUVER ABUSE OF INFLUENCE OLEH OKNUM ADVOKAT HOTMAN PARIS HUTAPEA   Penulis : Hartanto Boechori...

Read out all

Ketum PJI Hartanto Boechori : Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Tak Bisa Ditoleransi, Dugaan Abuse of Influence Harus Diusut

Jakarta, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, mengecam keras pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan...

Read out all

Adin Gopal Desak DPRD Konawe Tindaklanjuti Delapan Dugaan Persoalan Tata Kelola Pemerintahan YA-SYAM

Konawe, Nuansa Sultra – Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Konawe, Kamis (16/7/2026), sebagai...

Read out all

Rumah Warga di Dangia Kolaka Timur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta

Koltim, Nuansa Sultra – Sebuah rumah milik warga di Dusun IV, Desa Lalongkateba, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra),...

Read out all

Dua Puskesmas di Koltim Masih Tanpa Dokter Definitif, Dinkes : Tahun Ini Akan Diisi Dokter Program TUGSUS

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengungkapkan penyebab belum terisinya dokter definitif di Puskesmas Sanggona dan Puskesmas Aere....

Read out all