Opini Oleh : Helni Setyawan

 

NUANSA SULTRA – Dalam panggung politik lokal, ada satu fenomena yang sering kali bikin masyarakat geleng-geleng: tim sukses (timses) kepala daerah yang merasa seolah-olah mereka punya kursi empuk di ruang rapat birokrasi.

 

Padahal, secara teori demokrasi, timses itu tugasnya sederhana, membantu saat kampanye, menyambung aspirasi warga, lalu setelah kepala daerah terpilih, kembali ke kehidupan normal.

 

Bukan malah jadi “Kepala Dinas Bayangan” yang ikut mengatur arah anggaran dan tanda tangan keputusan. Kita bisa melihat ada miskonsepsi peran. Timses adalah relay komunikasi, bukan remote control pemerintahan.

 

Mereka seperti kurir, menyampaikan paket aspirasi masyarakat. Kalau kurir tiba-tiba ikut buka paket, lalu bilang isinya harus diubah, itu bukan lagi kurir, tapi pembajak logistik.

 

Begitu juga timses : kalau sudah ikut mengatur birokrasi, artinya mereka sedang melompati pagar konstitusi. Bayangkan birokrasi itu seperti dapur umum, Kepala daerah adalah koki utama, ASN adalah kru dapur yang tahu resep resmi, sementara timses cukup duduk manis di meja makan, lalu bilang, “BU, garamnya kurang, warga minta pedas sedikit.” Itu sah-sah saja.

 

Tapi kalau timses nekat masuk dapur, rebut serndok, lalu nyuruh kru ubah resep seenaknya, hasilnya bukan lagi masakan sehat, tapi eksperimen kacau yang bikin perut publik mules berjamaah.

 

Dengan kata lain, timses itu fungsinya to deliver, bukan to decide. Kalau mereka salah posisi, yang repot bukan hanya birokrasi, tapi juga kepala daerah sendiri, karena publik akan bingung siapa sebenarnya yang memimpin : pejabat resmi atau “pejabat bayangan.”

 

Jadi, mari taruh peran pada tempatnya. Timses cukup jadi penyampai aspirasi, biar birokrasi tetap berjalan sesuai jalurnya. Kalau semua ikut ngatur, ujung-ujungnya yang kacau bukan cuma administrasi, tapi juga logika demokrasi.(*)

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Tiba di Samarinda,Siap Kukuhkan DPD PJI Kaltim 2026-2030

Samarinda, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori bersama istrinya, Susy, tiba di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung...

Read out all

Polres Koltim Gelar Gerakan Pangan Murah, 2 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Simbalai dan Sekitarnya

Koltim, Nuansa Sultra – Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Timur (Koltim) melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyediakan...

Read out all

JPKP Sultra Pertanyakan Aktivitas Kapal Pelingkar di Waode Buri : Sesuai Aturan atau Tidak!

Butur, Nuansa Sultra – Aktivitas bongkar muat hasil tangkapan kapal pelingkar (purse seiner) asal luar daerah di Pelabuhan Waode Buri, Kecamatan Kulisusu Utara,...

Read out all

Ladongi Jaya Bergemuruh, Panjat Pinang hingga Malam Semarakkan HUT RI ke-81, Lurah Apresiasi Kolaborasi Warga dan Mahasiswa

Koltim, Nuansa Sultra – Semangat gotong royong dan kebersamaan warga mewarnai rangkaian perlombaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Read out all

Pimpin HUT RI ke-81, Gubernur Sultra Serahkan Bantuan untuk Disabilitas, Lansia hingga Mobil Jenazah RSUD Bahteramas

Kendari, Nuansa Sultra – Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung sukses di halaman Kantor...

Read out all

Gubernur Sultra Serahkan Remisi HUT RI ke-81, 1.943 Warga Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

Kendari, Nuansa Sultra – Sebanyak 1.943 narapidana dan Anak Binaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima remisi dan pengurangan masa pidana dalam rangka...

Read out all