
KOLTIM, NUANSA SULTRA – Ketua UKM IKM Indonesia Kolaka Timur (Koltim), Muh. Alwi Akib, turut menghadiri Pameran ekonomi kreatif dan Lomba fashion show tenun sorume yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Rest Area UMKM Koltim, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta, Kamis (12/12/2025).
Dalam keterangannya, Muh. Alwi Akib yang menjabat pada periode 2025–2030 menilai bahwa kegiatan ini memberikan ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas lokal berbasis budaya dan memperluas pasar. Ia menyebut pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut sebagai bukti nyata sinergitas antara Dinas Pariwisata dan pelaku UMKM, terutama dalam upaya memperkuat ekosistem usaha kreatif di Koltim.
Kerja sama yang terbangun antara UMKM dan Dinas Pariwisata tampak dari dukungan fasilitas, promosi, dan pendampingan selama penyelenggaraan kegiatan. Muh. Alwi Akib menegaskan bahwa peran Dinas Pariwisata sangat membantu pelaku UMKM, khususnya dalam memperluas promosi produk melalui event-event kreatif.
“Saya meyakini bahwa semakin sering pemerintah daerah menghadirkan agenda pariwisata, semakin besar pula peluang UMKM untuk tumbuh dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar,” ujar Alwi.
Menurutnya, dampak paling signifikan dari kolaborasi ini terlihat pada meningkatnya interaksi positif antara pariwisata dan UMKM. Dinas Pariwisata berperan menarik para pengunjung, sedangkan UMKM menyediakan produk dan layanan pendukung yang menambah nilai pengalaman wisata.
Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan seperti peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran digital, serta ketahanan UMKM terhadap perubahan kebijakan yang mempengaruhi mobilitas para pengunjung. tantangan tersebut dianggap dapat diatasi melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, dan penguatan infrastruktur.
Muh. Alwi menambahkan kegiatan ini juga memainkan peran penting dalam memperkenalkan tenun sorume sebagai produk budaya lokal dengan nilai ekonomi tinggi. Melalui ajang fashion show, masyarakat dapat melihat secara langsung kekayaan motif dan potensi estetika Tenun Sorume dalam karya busana modern.
“Kami menilai bahwa semakin banyak masyarakat tertarik menggunakan Tenun Sorume, semakin besar pula peluang pengrajin untuk meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pasarnya,” ujarnya.
Selain mempromosikan produk lokal, pameran ini turut berfungsi sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas di bidang fashion. Perpaduan antara seni tradisi dan inovasi modern yang ditampilkan dalam acara tersebut menunjukkan bahwa produk budaya dapat dikemas secara adaptif tanpa kehilangan identitas lokal. Pendekatan ini dianggap mampu meningkatkan nilai ekonomi budaya sekaligus menjaga keberlanjutan warisan daerah.
Terakhir, Muh. Alwi menyampaikan harapan agar kerja sama antara UMKM Koltim dan Dinas Pariwisata terus berlanjut dalam bentuk program-program pengembangan ekonomi kreatif. UMKM dapat menjadi bagian aktif dalam ekosistem pariwisata daerah, bukan sekadar pelengkap kegiatan.
“Berharap kegiatan ini, melalui peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran yang efektif, serta kolaborasi lintas sektor, kami optimistis bahwa UMKM Koltim mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan identitas budaya lokal,” tutup Alwi.
Penulis : Asrianto Daranga.