
- 0
- 289 words
Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Timur menggelar sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Nasional (SIMPEGNAS) bagi kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. di ruangan Aula kantor dinas pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola kepegawaian berbasis digital sekaligus meningkatkan kedisiplinan aparatur di lingkungan pendidikan.
Kepala Subbagian Kepegawaian, Eka Wahyuni, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan daerah. Ia menegaskan bahwa SIMPEGNAS diharapkan mampu mendorong peningkatan disiplin pegawai secara terukur dan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
Implementasi SIMPEGNAS dinilai strategis dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan kepegawaian. Sistem ini memungkinkan pemantauan kehadiran dan kinerja pegawai secara lebih akurat, sehingga pemberian tunjangan seperti TPP dapat disesuaikan dengan realisasi kerja. Dengan demikian, alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran dan transparan.
Meski demikian, pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari tantangan, terutama terkait keterbatasan jaringan internet di sejumlah sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, dinas menyediakan mekanisme penggunaan secara offline yang dapat disinkronkan kembali ketika jaringan telah tersedia, sehingga proses pelaporan tetap berjalan optimal.
Selain sosialisasi, Eka Wahyuni menjelaskan bahwa dinas P&K juga memberikan pelatihan langsung kepada peserta guna memastikan pemahaman teknis penggunaan sistem. Ke depan, tim dari dinas akan melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah sebagai langkah lanjutan untuk memastikan implementasi SIMPEGNAS berjalan efektif dan sesuai prosedur.
Kegiatan ini melibatkan seluruh satuan pendidikan di Kolaka Timur, meliputi 140 SD, 41 SMP, serta 14 TK negeri dan 13 TK swasta yang dipimpin oleh kepala sekolah berstatus PNS. Untuk tahap awal, fasilitasi difokuskan pada TK negeri sebagai prioritas implementasi.
Sebagai tindak lanjut, dinas akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah sistem diimplementasikan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk pendampingan lanjutan, khususnya dalam optimalisasi sistem absensi dan pelaporan kinerja. Dinas berharap penerapan SIMPEGNAS mampu mewujudkan kedisiplinan pegawai yang optimal sesuai harapan pimpinan daerah.
Penulis : Asrianto Daranga