KENDARI, NUANSA SULTRA – Sebanyak 750 Peserta Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mengikuti kegiatan profiling yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kolaka timur.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari asisten daerah, staf ahli, para kepala badan dan dinas, Sekwan, kepala bagian Setda, direktur RSUD Koltim, kepala UPT Puskesmas, camat, hingga lurah se- Koltim. Program ini digelar sebagai langkah strategis pemda dalam meningkatkan kualitas kompetensi aparatur.
Pelaksanaan profiling tersebut menindaklanjuti Surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 1459/B-NK.02.01/SD/A/2025 tertanggal 10 Oktober 2025 mengenai Program Percepatan Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN melalui Profiling ASN (ProASN). Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung pembangunan serta penerapan manajemen talenta di seluruh instansi pemerintah, termasuk Pemkab Koltim.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BKN Regional IV Makassar itu berlangsung selama tiga hari di Laboratorium Komputer SMKN 1 Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Agenda dimulai pada Jumat, (05/12), dan dijadwalkan berakhir pada Minggu, 07 Desember 2025. Fasilitas laboratorium dipilih untuk memastikan proses assessment berjalan optimal menggunakan perangkat digital yang terstandarisasi.
Kepala Bidang Pengembangan kompetensi dan penilaian kinerja aparatur, Andri Candra W.H., SP., M.M., Menjelaskan bahwa profiling ASN bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai potensi dan kompetensi pegawai. Penilaian meliputi kompetensi manajerial, sosial kultural, serta teknis. Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penempatan ASN agar sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing pegawai.
Andri menambahkan bahwa kegiatan ini diawasi langsung oleh enam orang perwakilan BKN Regional IV Makassar dan dikoordinasikan oleh BKPSDM Koltim. Ia menyebutkan bahwa profiling ASN merupakan bagian dari rangkaian asessmen yang digunakan untuk menghimpun data manajemen talenta, yang sebelumnya dilakukan melalui assessment center dan Computer Assisted Competency Test (CACT). Kini, BKN menerapkan metode terbaru melalui platform ProASN.
Lebih jauh, Andri memaparkan bahwa ProASN memiliki empat tujuan utama, yakni mempercepat ketersediaan data potensi ASN, memastikan proses penilaian yang efektif dan terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN (SIASN), mendukung pengambilan kebijakan berbasis sistem merit (Meritokrasi), serta menyediakan data hasil penilaian kompetensi yang distandarkan dengan kebijakan nasional. Seluruh proses menggunakan teknologi digital melalui aplikasi ProASN untuk menjamin akurasi dan efisiensi.
Ia berharap kegiatan proASN ini dapat meningkatkan profesionalisme aparatur di lingkungan Pemda Koltim. Dengan tersedianya data potensi dan kompetensi yang komprehensif, pemda diharapkan mampu menempatkan pegawai yang tepat pada posisi yang tepat sesuai prinsip manajemen talenta.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap struktur birokrasi dapat semakin efektif dan pelayanan publik di Kolaka Timur meningkat,” Pungkasnya.
Penulis : Asrianto Daranga.

























