
- 0
- 255 words
Jakarta, Nuansa Sultra – Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan revitalisasi museum dan aset budaya di seluruh Indonesia bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kepresidenan, Senin malam (12/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Museum Indonesia tersebut membahas penataan lebih dari 200 titik museum dan aset budaya sepanjang 2026.
Program ini mencakup museum, keraton, istana, benteng, cagar budaya, serta berbagai peninggalan sejarah lainnya.
Revitalisasi bertujuan menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan fungsi museum sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.
Pembenahan tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga penyajian informasi sejarah, alur cerita, dan penataan koleksi agar lebih menarik serta mudah dipahami pengunjung.
Pemerintah juga membahas pemanfaatan teknologi digital dan fasilitas interaktif untuk meningkatkan daya tarik museum, khususnya bagi generasi muda.
Melalui pendekatan tersebut, museum diharapkan menjadi ruang belajar yang mampu memperkenalkan perjalanan sejarah dan identitas bangsa secara lebih menarik.
Selain pembenahan fasilitas, pemerintah turut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola museum.
Pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi juga menjadi bagian dari upaya agar pelestarian warisan budaya memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya merawat warisan budaya bangsa agar tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Museum diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi masyarakat.
Program revitalisasi ini diharapkan memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian identitas nasional yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pertemuan tersebut. (*)
Laporan : Asrianto Daranga