
- 0
- 242 words
Jakarta, Nuansa Sultra – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak masih dalam proses pemadaman. Penanganan kini difokuskan pada Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Rapat itu turut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda dari kedua provinsi tersebut.
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api meluas.
Operasi darat melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman dilaporkan mencapai rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari.
Sementara itu, operasi udara melalui water bombing atau pengeboman air terus dilakukan di sejumlah wilayah untuk membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemerintah juga melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Kondisi di empat wilayah tersebut menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Selain pemadaman, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pembentukan hujan. Langkah ini dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Presiden Prabowo meminta seluruh pihak memperkuat upaya penanganan karhutla. Ia juga menekankan pentingnya mengerahkan seluruh sumber daya secara optimal agar pemadaman berjalan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya mempercepat penanganan kebakaran di wilayah terdampak sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan.(*)
Laporan : Redaksi