
Koltim, Nuansa Sultra – Sebanyak 15 sekolah SMA, SMK, dan sederajat mengikuti Raimuna Cabang II Kwarcab Gerakan Pramuka Kolaka Timur di Lapangan Latamoro, Jumat (04/09/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter, kemandirian, kreativitas, sekaligus penguatan identitas daerah Wonua Sorume.
Raimuna Cabang II dibuka oleh Asisten III Setda Koltim, Irwan Kara, S.Sos., M.M., yang bertindak sebagai pembina upacara. Pembukaan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Koltim, pengurus Kwarcab, para pembina, serta peserta dari berbagai gugus depan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Koltim, Ramli Madjid, SE., M.H., mengatakan Raimuna merupakan bagian dari program kerja Kwarcab Koltim yang dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun bagi Pramuka Penegak dan Pandega.
Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang mandiri, berkarakter dan kreatif sehingga mampu mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.
“Tujuan utama kita adalah membentuk generasi muda yang mandiri, berkarakter dan kreatif. Karena itu, kegiatan Raimuna kali ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga bagaimana mereka memahami dan menguatkan identitas daerah,” kata Ramli.
Sorume Jadi Benang Merah Kegiatan Raimuna Cabang II mengusung tema “Generasi Muda Berkarakter, Kreatif, Mandiri, Lestarikan dan Kuatkan Identitas Daerah Wonua Sorume” dengan semangat “Solid, Rukun, Menginspirasi (Sorume)”.
Ramli menjelaskan, tema tersebut dipilih untuk mendorong peserta mengenal, memahami, sekaligus menjaga budaya dan identitas daerah.
Karena itu, berbagai agenda selama Raimuna dikaitkan dengan pengenalan serta pelestarian budaya Sorume. Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi dan berkemah, tetapi juga wawasan mengenai budaya daerah yang menjadi bagian dari identitas Koltim.
“Generasi muda harus mengetahui dan memahami budaya Sorume. Karena itu, seluruh kegiatan Raimuna kita kaitkan dengan penguatan dan pelestarian budaya serta adat Sorume,” ujarnya.
Edukasi hingga Bakti Sosial
Rangkaian kegiatan Raimuna disusun dalam sejumlah agenda. Salah satunya kegiatan edukasi yang memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta, termasuk mengenai budaya Sorume dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Peserta juga akan mendapatkan pemahaman mengenai demokrasi. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kwarcab Gerakan Pramuka Koltim juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Agenda lainnya berupa bakti sosial. Peserta akan dilibatkan dalam kegiatan kebersihan lingkungan di kawasan Rate-Rate, termasuk pembersihan Tugu 45 sebagai salah satu simbol perjuangan daerah.
Kegiatan sosial juga menyasar fasilitas umum dan rumah ibadah melalui aksi kebersihan serta pengecatan.
Selain itu, peserta mengikuti kegiatan keterampilan yang berkaitan dengan teknologi informasi. Sejumlah perlombaan disiapkan untuk menguji kemampuan dan kreativitas peserta dalam bidang tersebut.
Raimuna juga memberi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kecintaan terhadap seni, budaya dan olahraga. Kegiatan itu dikemas melalui senam Pramuka, pentas seni, pertunjukan tari, musik, serta sejumlah perlombaan.
Jadi Agen Pelestari Budaya
Ramli berharap pengalaman yang diperoleh selama Raimuna tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Peserta diharapkan membawa pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh ke lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kami berharap setelah selesai mengikuti Raimuna, mereka bisa menerapkan apa yang sudah ditanamkan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ke depan, generasi muda harus bisa berkiprah dan ikut menguatkan daerah,” katanya.
Ia menegaskan, peserta Raimuna diharapkan menjadi agen utama dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya Tolaki Sorume di Koltim.
“Harapan kami, peserta Raimuna menjadi agen utama dalam melestarikan dan menguatkan budaya Tolaki Sorume yang ada di Kolaka Timur. Paling tidak mereka memahami budaya itu sehingga bisa ikut melestarikan dan menguatkan identitas daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Generasi muda harus memahami nilai dan sejarah yang terkandung di dalamnya agar identitas budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di sisi lain, Raimuna juga diharapkan membentuk pribadi yang tangguh, memiliki wawasan, pengalaman, kemampuan bekerja sama serta jiwa kepemimpinan.
Nilai solidaritas, kerukunan dan persaudaraan menjadi bagian penting dari proses tersebut. Dari lingkungan Pramuka, semangat persatuan itu diharapkan berkembang menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kolaka Timur.
“Solid, rukun dan menginspirasi harus tumbuh di antara generasi muda. Dari sinilah kita menyatukan dan mempersatukan Kolaka Timur untuk membangun daerah bersama-sama, dimulai dari generasi muda,” pungkas Ramli.
Penulis : Asrianto Daranga