
- 0
- 367 words
Tangsel, Nuansa Sultra – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori hadir langsung dalam acara penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026)
Kehadiran Hartanto menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap Haedar Nashir yang dinilai memiliki perjalanan panjang di dunia jurnalistik. Penyerahan kartu tersebut dilakukan Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat dalam rangkaian Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026.
Hartanto yang datang dari Surabaya secara khusus menghadiri momentum tersebut. Ia menilai penghargaan kepada Haedar bukan hanya berkaitan dengan kiprahnya sebagai tokoh Muhammadiyah, tetapi juga dengan perjalanan panjangnya sebagai insan pers.
“Ini bentuk penghargaan yang patut kita hormati. Beliau bukan hanya tokoh Muhammadiyah. Beliau juga bagian dari perjalanan panjang pers Indonesia,” ujar Hartanto.
Menurut Hartanto, Haedar telah mengenal dunia jurnalistik sejak masa mahasiswa dan aktif menulis, termasuk di Suara Muhammadiyah, media yang telah terbit sejak 1915. Kiprah tersebut, kata dia, menunjukkan hubungan panjang Haedar dengan dunia pers Indonesia.
Momen itu turut dihadiri sejumlah tokoh pers dan pejabat, antara lain Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Direktur LUKW UMJ Dr. Tria Patrianti, S.Sos., M.I.Kom., mantan Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, mantan Wakil Ketua Dewan Pers sekaligus Ketua Umum PWI Hendry Ch. Bangun, mantan anggota Dewan Pers Asep Setiawan, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
Hartanto menilai kehadiran para tokoh pers senior tersebut memperlihatkan kuatnya penghormatan terhadap perjalanan dan kontribusi Haedar di bidang jurnalistik.
Sementara itu, Kartu Wartawan Utama Khusus tersebut disebut telah disetujui Dewan Pers pada Maret 2026 sebagai bentuk pengakuan atas kiprah panjang Haedar dalam dunia pers.
Bagi PJI, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik membutuhkan kompetensi, integritas, tanggung jawab dan reputasi di tengah derasnya arus informasi, termasuk ancaman hoaks dan disinformasi.
“Pers membutuhkan wartawan yang berintegritas. Penghormatan kepada Prof. Haedar Nashir adalah bagian dari penghormatan terhadap perjalanan panjang profesi jurnalistik Indonesia,” kata Hartanto.
PJI sendiri tercatat memiliki sejarah panjang dalam organisasi kewartawanan Indonesia. Dalam catatan organisasi tersebut, Hartanto Boechori telah dipercaya memimpin PJI sejak 2016 dan kembali didaulat memimpin pada Munas II 2019.
Dengan kehadirannya dalam acara tersebut, Hartanto menegaskan dukungan PJI terhadap upaya menjaga profesionalisme, kompetensi dan integritas insan pers di tengah perkembangan ekosistem informasi yang semakin kompleks.(*)
Laporan : PJI Nuansa Sultra