
Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kolaka timur (Koltim) turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Gerak Jalan Indah tingkat Kabupaten yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kolaka Timur, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang diikuti peserta dari kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD), umum, serta SMA/SMK sederajat tersebut menjadi momen untuk mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai disiplin, kekompakan, sportivitas dan nasionalisme.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Koltim, Drs. Syafruddin, M.Pd., mengatakan keikutsertaan jajaran Dikbud dalam kegiatan tidak semata-mata berorientasi pada hasil perlombaan. Menurutnya, gerak jalan merupakan salah satu sarana untuk membangun karakter, meningkatkan kekompakan dan memperkuat semangat kebersamaan.
“Gerak jalan ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana kita menanamkan nilai disiplin, kekompakan, sportivitas dan semangat nasionalisme. Kami ingin membangun karakter yang kuat serta mengisi kemerdekaan dengan prestasi,” ujar Syafruddin.
Ia menjelaskan, barisan yang tertib, gerakan yang serentak serta koordinasi antar OPD mencerminkan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan tujuan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.
Syafruddin juga mengajak seluruh jajaranya menjadikan momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kolaka Timur.
“Kami bersama seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat persatuan, kebersamaan dan kemajuan pendidikan di Kolaka Timur,” katanya.
Dikbud Koltim Dorong Pelestarian Bahasa dan Budaya Tolaki
Selain berpartisipasi Gerak Jalan Indah, Dikbud Koltim juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kegiatan muatan lokal (Mulok), khususnya yang berkaitan dengan bahasa daerah, kebudayaan dan potensi kekayaan lokal.
Syafruddin mengatakan, kegiatan muatan lokal akan dikemas secara edukatif agar peserta didik tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan ikut melestarikan bahasa serta budaya daerah, khususnya budaya Tolaki.
“Kegiatan lomba pidato bahasa Tolaki, Dongeng bahasa Tolaki sudah berjalan. Kami akan mengemasnya dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan bahasa daerah, kebudayaan dan pengenalan kekayaan daerah. Ini akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan lomba bahasa Tolaki melibatkan peserta dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Sebanyak 53 peserta jenjang SD dan 58 peserta jenjang SMP mengikuti lima jenis perlombaan.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dengan materi lomba yang diarahkan pada pengembangan kemampuan berbahasa daerah serta peningkatan pemahaman peserta didik terhadap kebudayaan dan potensi lokal.
Menurut Syafruddin, pelestarian bahasa dan budaya daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momen untuk membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah serta mendorong lahirnya berbagai prestasi di bidang pendidikan.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan yang positif, termasuk meningkatkan kualitas pendidikan, membangun karakter generasi muda dan melestarikan budaya daerah,” tutup Syafruddin.
Penulis : Asrianto Daranga