Kendari, Nuansa Sultra – Tim kuasa hukum mantan Bupati Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, menilai penetapan kliennya sebagai tersangka oleh Polda Sulawesi Tenggara dalam perkara dugaan pencurian satu unit mesin crusher dilakukan secara prematur. Alasannya, status kepemilikan aset yang menjadi objek perkara masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Unaaha melalui gugatan perdata.

Kuasa hukum Ruksamin, Dedi Ferianto, mengatakan sengketa kepemilikan mesin crusher tersebut saat ini sedang diperiksa dalam perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang didaftarkan pada 4 Mei 2026 dengan Nomor Perkara 16/Pdt.G/2026/PN.Unh.

Menurut Dedi, perkara perdata tersebut telah memasuki tahap pembuktian. Pihak penggugat, yakni Ruksamin, telah mengajukan empat alat bukti surat, sedangkan pihak tergugat menyerahkan tujuh alat bukti surat. Agenda pemeriksaan saksi dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2026.

“Dalam kondisi kepemilikan barang yang masih diuji di pengadilan perdata, penetapan klien kami sebagai tersangka dugaan pencurian kami nilai prematur. Status hak atas objek perkara belum memperoleh kepastian hukum,” kata Dedi dalam keterangannya.

Ia berpendapat, penyelesaian perkara pidana seharusnya mempertimbangkan proses perdata yang masih berlangsung karena berkaitan langsung dengan penentuan hak kepemilikan atas mesin crusher yang disengketakan.

Selain itu, Dedi mengungkapkan tim kuasa hukum telah mengajukan surat permohonan penangguhan penyidikan kepada Polda Sulawesi Tenggara pada 5 Mei 2026. Permohonan tersebut meminta agar penyidikan ditunda hingga perkara perdata mengenai kepemilikan tanah dan mesin crusher memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Menurutnya, langkah tersebut ditempuh sebagai bentuk penghormatan terhadap asas kepastian hukum agar tidak terjadi tumpang tindih antara proses perdata dan pidana terhadap objek yang sama.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan klaim mengenai proses pengadaan mesin crusher yang menjadi objek sengketa. Berdasarkan keterangan tim operasional yang dikantongi pihaknya, kata dia, pengadaan mesin crusher dari Morowali, Sulawesi Tengah, diinisiasi dan didanai oleh Ruksamin sejak tahap pencarian unit, pembayaran uang muka, hingga pelunasan.

Karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum mengedepankan pembuktian yang objektif, termasuk menelusuri aliran dana atau follow the money dalam proses pengadaan mesin tersebut.

“Kami berharap proses hukum berjalan secara objektif dengan bertumpu pada fakta, alat bukti, serta dokumen transaksi yang sah. Penelusuran aliran dana akan memberikan gambaran yang utuh mengenai asal-usul pengadaan mesin crusher tersebut,” ujar Dedi.

 

Laporan : Asrianto Daranga.

 

“Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polda Sulawesi Tenggara terkait tanggapan atas pernyataan kuasa hukum Ruksamin maupun perkembangan terbaru penyidikan perkara tersebut”

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Respons Cepat Call Center 110, Polres Koltim Tangani Laporan Dugaan KDRT

Koltim, Nuansa Sultra – Laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disampaikan melalui layanan Call Center Polri 110 langsung ditindaklanjuti personel...

Read out all

Hampir Sebulan MBG Tak Tersalur di SMPN 1 Mattiro Bulu, Orang Tua Siswa Minta Penjelasan

PINRANG, Nuansa Sultra – Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dilaporkan terhenti selama...

Read out all

Pimpin Upacara HSP ke-98, Sekda Koltim Ajak Pemuda Jadi Patriot Bangsa yang Gigih dan Berempati

Koltim, Nuansa Sultra – Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Timur, Rismanto Runda, S. Sos, M.M., mengajak generasi muda menjadi patriotik, gigih, dan peduli...

Read out all

Pemkab Koltim Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Warga dari Hasil Reses DPRD

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Pemkab Koltim) akan menjadikan hasil reses DPRD Masa Sidang III Tahun 2026 sebagai bahan pertimbangan...

Read out all

Sertijab dan Pisah Sambut Camat Ladongi, Andri Candra Resmi Gantikan Arief Budi

Koltim, Nuansa Sultra – Andri Candra Wiguna Hamzah resmi menjabat Camat Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, menggantikan Drh. Arief Budi Prihatmanto. Pergantian kepemimpinan...

Read out all

RSUD Koltim Raih Peringkat Kedua Penilaian BPJS Kesehatan, Digitalisasi Layanan Dibenahi

Koltim, Nuansa Sultra – RSUD Kolaka Timur meraih peringkat kedua kategori rumah sakit umum daerah (RSUD) kelas D dalam penilaian BPJS Kesehatan...

Read out all