Jakarta, Nuansa Sultra – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi evaluasi besar setelah ratusan dapur penyedia makanan dihentikan operasionalnya akibat tidak memenuhi standar higienitas dan sanitasi. Kondisi tersebut memicu dorongan agar pemerintah meninjau ulang mekanisme penyaluran bantuan pangan demi memastikan tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi anak, tetap tercapai.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Keputusan itu diumumkan Kepala BGN, Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN setelah ditemukan pelanggaran standar kebersihan fasilitas dan prosedur pengolahan makanan yang berulang.

Data operasional BGN menunjukkan wilayah 3 yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua menjadi daerah dengan jumlah penutupan terbanyak, yakni 424 dapur. Selanjutnya wilayah 2 yang mencakup Jawa dan Madura sebanyak 311 dapur, sedangkan wilayah 1 yang meliputi Sumatra tercatat 98 dapur ditutup.

Mayoritas penghentian operasional dilakukan karena dapur tidak memenuhi standar kebersihan dan sanitasi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan pangan, termasuk kemungkinan terjadinya keracunan makanan pada peserta didik.

Situasi tersebut memunculkan berbagai usulan perbaikan dari kalangan legislatif. Salah satunya datang dari Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, yang mengusulkan agar pemerintah mengubah skema penyaluran bantuan dengan mentransfer dana makan bergizi secara langsung kepada orang tua atau wali murid.

Menurut Romy, setiap anak penerima manfaat dapat memperoleh bantuan sebesar Rp15.000 per hari melalui Kartu ATM MBG yang terintegrasi dengan bank-bank Himbara dan data kependudukan dari Dukcapil. Skema tersebut dinilai dapat mengurangi potensi kebocoran anggaran sekaligus memberi keleluasaan kepada keluarga dalam menyediakan makanan bergizi.

“Kartu ATM ini berfungsi sebagai tempat ditransfernya dana Rp15.000 setiap hari ke rekening penerima. Dana itu bisa digunakan untuk memasak di rumah sehingga ibu dapat menyiapkan makanan bergizi bagi anaknya. Dengan begitu, potensi kebocoran anggaran dapat diminimalkan,” kata Romy.

Ia menambahkan, apabila dalam satu keluarga terdapat dua anak penerima manfaat, dana yang diterima mencapai Rp30.000 per hari. Menurutnya, dana tersebut juga dapat dikumpulkan selama beberapa hari untuk membeli bahan pangan segar dengan kualitas yang lebih baik.

Seiring penutupan ratusan dapur MBG, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menentukan langkah terbaik dalam menjaga keberlanjutan program. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dinilai menjadi kunci agar tujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia tetap dapat diwujudkan secara efektif, aman, dan tepat sasaran.(*) 

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Perjalanan ke Kolaka Timur untuk Meneliti, Pria Hungaria Ini Justru Berlabuh di Hati Mimi, Ibu 4 Anak

Koltim, Nuansa Sultra – Tak ada yang menyangka perjalanan Tomas ke Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), awalnya untuk melakukan penelitian. Namun,...

Read out all

15 Sekolah SMA, SMK dan Sederajat Bersatu di Raimuna Cabang II Koltim, Cetak Generasi Berkarakter

Koltim, Nuansa Sultra – Sebanyak 15 sekolah SMA, SMK, dan sederajat mengikuti Raimuna Cabang II Kwarcab Gerakan Pramuka Kolaka Timur di Lapangan Latamoro,...

Read out all

Raimuna Cabang II Koltim Resmi Dibuka, Ribuan Pramuka Disiapkan Jadi Generasi Pemimpin

Koltim, Nuansa Sultra – Ribuan anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan se-Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) memadati...

Read out all

Polda Sultra Gandeng Insan Pers Bersinergi Tangkal Misinformasi dan Jaga Kamtibmas

Kendari, Nuansa Sultra – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat kemitraan dengan insan pers untuk memastikan informasi kepada masyarakat tetap akurat, objektif, edukatif,...

Read out all

PJI Sultra : Pers Bukan Musuh tapi Mitra Strategis dan Kontrol Sosial, Dorong Pemerintah dan Aparat Hormati Kebebasan Jurnalistik

Kendari, Nuansa Sultra – Wakil sekretaris Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sultan, menegaskan bahwa pers bukan lawan pemerintah maupun aparat...

Read out all

Ambo Dalle Klaim Rugi Rp40 Juta, Dugaan Penipuan Kerja Sama Bisnis Dilaporkan ke Polisi

Koltim, Nuansa Sultra – Dugaan penipuan dengan modus kerja sama bisnis dilaporkan ke Polres Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9/2026). Seorang...

Read out all