Koltim, Nuansa Sultra – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX tingkat Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tahun 2026 berlangsung lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari program efisiensi anggaran yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah.

Jika pada tahun tahun sebelumnya pembukaan MTQ diawali dengan pawai, seperti yang digelar di Kecamatan Lambandia, tahun ini kegiatan tersebut ditiadakan. Pembukaan MTQ dilaksanakan di Aula Pemerintah Daerah (Pemda) Koltim tanpa rangkaian pawai.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Koltim, Arisman, S.Ag., menjelaskan bahwa perubahan konsep pembukaan merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah memilih format yang lebih sederhana namun tetap khidmat, tanpa mengurangi esensi syiar Islam yang menjadi tujuan utama MTQ.

“Untuk tahun 2026 memang tidak semeriah sebelumnya karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Namun, pelaksanaan MTQ tetap kami upayakan berjalan,” ujar Arisman Pada Rabu, (11/02/2026) 

Pemilihan Aula Pemda yang dipusatkan sebagai lokasi Kegiatan MTQ juga didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas. Selain menghemat biaya, penggunaan aula dinilai lebih praktis dalam pengaturan teknis acara, pengamanan, serta memberikan kenyamanan bagi peserta dan tamu undangan.

Arisman menegaskan bahwa keputusan tidak menggelar pawai tidak hanya berkaitan dengan efisiensi anggaran, tetapi juga mempertimbangkan efektivitas waktu yang sangat kasib dan kelancaran pelaksanaan kegiatan. Pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga nilai religius dan kualitas pelaksanaan MTQ meskipun digelar secara sederhana.

MTQ ke-IX tingkat Kabupaten Koltim berlangsung selama empat hari dan diikuti 310 peserta dari 12 kecamatan se-Koltim. Meski skala kegiatan lebih terbatas akibat penyesuaian anggaran, pemerintah daerah berharap ajang ini tetap mampu melahirkan Qari Qariah, Hafidz Hafidzah, Mufassir Mufassirah dan generasi Qurani yang handal serta mempererat ukuwah dan kebersamaan masyarakat.

Pemerintah daerah menyadari bahwa pawai menjadi bagian dari kemeriahan yang dinantikan masyarakat. Namun, dalam kondisi saat ini, penggunaan anggaran harus diprioritaskan secara bijak dan tepat sasaran. Pemerintah berharap semangat dan nilai syiar Islam tetap terasa melalui pelaksanaan lomba yang tertib, khidmat, dan berkualitas.

Ke depan, format pembukaan MTQ akan terus dievaluasi sesuai kondisi keuangan daerah dan kebijakan yang berlaku. Pemerintah daerah membuka peluang menghadirkan kembali konsep yang lebih meriah apabila kondisi anggaran memungkinkan, dengan tetap mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi.

Arisman berharap anggaran MTQ tahun 2027 yang kembali diusulkan dapat disetujui dan direalisasikan tanpa perubahan. Menurutnya, MTQ memiliki nilai strategis dalam pembinaan generasi muda serta menjaga tradisi keagamaan di Kabupaten Kolaka Timur.

“Jika kondisi keuangan daerah sudah kembali stabil, kami berharap anggaran MTQ tahun 2027 bisa dipertahankan dan kegiatan tersebut kembali dilaksanakan secara lebih maksimal,” Tutup Arisman

 

Penulis : Asrianto Daranga

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

28 KK Korban Banjir di Kecamatan Dangia Terima Bantuan Sosial dari Dinsos Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sosial tanggap darurat kepada warga terdampak...

Read out all

Quick Respons dan Sinergi Pemda bersama Balai Kementerian PU RI Tangani Dampak Banjir di Kolaka Timur

Koltim, Nuansa Sultra – Banjir yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026, melanda hampir seluruh wilayah kecamatan di Kab. Kolaka Timur (Koltim),...

Read out all

SMKN 11 Kolaka Ikuti Deklarasi PMR 2026 Tingkat Kab. Kolaka, Kepala Sekolah Harapkan Penguatan Karakter Siswa

Kolaka, Nuansa Sultra – SMK Negeri 11 Kolaka mengikuti kegiatan Deklarasi Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira Kabupaten Kolaka Tahun 2026 yang...

Read out all

Kejaksaan Agung Tetapkan Pemilik PT Tosidha Indonesia sebagai Tersangka Dugaan Suap Ketua Ombudsman

Jakarta, Nuansa Sultra – Kejaksaan Agung menetapkan pemilik PT Tosidha Indonesia (TSHI), Laode Sinarwan Oda (LSO), sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap...

Read out all

BPS Kolaka Timur Paparkan Tahapan Program Desa Cantik di Tiga Desa Lokus

Koltim, Nuansa Sultra – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka Timur, Pujiyanto, S.ST., M.E., menjelaskan proses pelaksanaan Program Desa Cinta Statistik...

Read out all

Kolaborasi Pemkab Koltim dan BPS, Tiga Desa Dicanangkan Jadi Desa Cinta Statistik Tahun 2026

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) sebagai pembina data terus memperkuat kualitas kebijakan...

Read out all