
Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Koltim, Rismanto Runda, S.Sos, M.M,. resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Dewan Pengawas serta Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Koltim, Jumat (13/02/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Rujab bupati, Ds. Matabondu, Kec. Tirawuta, langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sekaligus mendorong peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Koltim, Hj. Diana Massi, S.P., beserta anggota, Wakapolres Koltim, staf ahli, para asisten, Para OPD lingkup Pemda Koltim, Kabag, Dewan Pengawas dan Direktur yang dilantik, insan pers, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rismanto Runda menegaskan bahwa jabatan Dewan Pengawas dan Direktur merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum kebangkitan Perumda Aneka Usaha agar kembali berfungsi sebagai motor penggerak perekonomian daerah,” tegas Sekda
Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir Perumda Aneka Usaha menghadapi berbagai tantangan. Meski secara administratif masih tercatat aktif, operasional perusahaan dinilai belum berjalan optimal dan cenderung stagnan. Karena itu, diperlukan pembenahan menyeluruh dan komitmen kuat dari seluruh jajaran pengelola.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Sekda menekankan bahwa kontribusi Perumda terhadap PAD harus dibangun secara realistis, bertahap, dan terukur. Pemda menginginkan arah kerja yang jelas, progres nyata, serta akuntabilitas dalam setiap tahapan program.
Sementara itu, Dewan Pengawas yang baru dilantik, Hasrul, S.IP, menyatakan bahwa jabatan Ini merupakan amanah besar sekaligus tanggung jawab moral.
“Secara pribadi, ini adalah amanah besar. Saya menyadari bahwa Perumda saat ini belum mampu memberikan keuntungan maupun kontribusi terhadap PAD. Justru di situlah makna pelantikan ini sebagai momen pembenahan dan titik balik. Ini bukan soal jabatan, tetapi tentang kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata,” ujarnya.
Hasrul menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi internal perusahaan, mulai dari aspek manajemen, laporan keuangan, hingga model bisnis yang dijalankan. Ia menegaskan pentingnya sistem pengawasan yang efektif serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Kami akan mendorong penyusunan rencana bisnis yang realistis dan berbasis potensi daerah,” katanya.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah membangun kembali kepercayaan dan menciptakan sistem yang sehat. Perumda, lanjut dia, tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Pengawasan akan berbasis kinerja, dengan indikator yang jelas dan evaluasi berkala.
“Dewan Pengawas tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjalankan fungsi kontrol, evaluasi, dan pemberian rekomendasi strategis,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran Dewan Pengawas sangat strategis dalam memastikan perusahaan berjalan transparan, akuntabel, dan profesional. Setiap kebijakan direksi harus sesuai regulasi, efisien, dan berorientasi pada hasil.
“Jika tata kelola sudah baik, peluang untuk menghasilkan laba dan berkontribusi terhadap PAD akan terbuka. Fokus utama kami adalah membenahi sistem, kemudian mendorong pertumbuhan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Hasrul mengajak jajaran direksi menjadikan pelantikan tersebut sebagai awal perubahan budaya kerja yang lebih disiplin dan berorientasi pada hasil.
“Tidak ada lagi ruang untuk stagnasi. Kami juga memohon dukungan dan doa masyarakat Kolaka Timur agar Perumda ini benar-benar menjadi perusahaan milik daerah yang memberi manfaat nyata, bukan sekadar nama,” pungkasnya
Penulis : Asrianto Daranga